Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 08 September 2026, 16:47 WIB
Last Updated 2026-09-08T09:47:03Z
NgawiPojok PituViewerViral

Kemarau Panjang Ganggu Debit Enam SPAM di Ngawi, Wilayah Utara Paling Terdampak


NGAWI - Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai berdampak terhadap sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Ngawi. Debit air pada beberapa sistem mengalami penurunan sehingga berpotensi mengganggu pasokan dan distribusi air kepada masyarakat.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengatakan penurunan debit air tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan monitoring terhadap seluruh SPAM yang ada di Kabupaten Ngawi.

Dari total 211 sistem yang dipantau, terdapat enam SPAM yang mengalami penurunan debit air. Keenam sistem tersebut berada di Desa Kerek, Kiyonten, Papungan, Banyuurip, Ngancar, dan Suruh.

“Dari hasil monitoring terhadap 211 sistem yang ada, terdapat enam sistem yang mengalami penurunan debit air. Di antaranya di Kerek, Kiyonten, Papungan, Banyuurip, Ngancar, dan Suruh,” kata Pipit Dwi Herlina.

Menurut Pipit, wilayah utara Kabupaten Ngawi menjadi kawasan yang paling terdampak akibat kondisi kemarau panjang tersebut. Penurunan debit sumber air membuat pengelola harus melakukan berbagai upaya agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Selain persoalan debit air, di sejumlah wilayah sebenarnya ketersediaan air masih mencukupi. Namun, proses distribusi terkadang mengalami gangguan akibat kendala operasional. Pasokan listrik yang kurang stabil juga menjadi salah satu faktor yang menghambat proses distribusi air.

Untuk menjaga pasokan air, DPRKP Ngawi terus berupaya mencari alternatif sumber air baru di wilayah yang terdampak. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggali potensi sumber air tanah yang masih tersedia.

“Kami terus berupaya menjaga pasokan air. Salah satunya dengan mencari potensi sumber air tanah baru di wilayah yang terdampak,” ujar Pipit.

Selain mencari sumber air baru, DPRKP Ngawi juga menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pembuatan sumur hingga penambahan jaringan pipanisasi untuk memperluas dan memperkuat sistem distribusi air.

DPRKP juga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengatasi kendala pasokan listrik yang dapat mengganggu operasional SPAM. Langkah tersebut dilakukan agar sistem penyediaan dan distribusi air tetap berjalan selama musim kemarau.

Pemerintah berharap berbagai upaya tersebut dapat menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, terutama di wilayah utara Ngawi yang saat ini menjadi kawasan paling terdampak kemarau panjang. (ito/im)