Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 24 Juni 2026, 11:52 WIB
Last Updated 2026-06-24T04:52:12Z
BojonegoroCovid-19

Komisi B DPRD Bojonegoro Dorong Program GAYATRI, Domba Kesejahteraan, dan KOLEGA Agar Tepat Sasaran


BOJONEGORO - Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro rapat kerja dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, terkait rencana dan progres Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI), Domba Kesejahteraan, dan Kolam Lele Keluarga (Kolega) tahun 2026, Selasa (23/6/2026).

Wakil Ketua Komisi B, Lasuri yang memimpin rapat meminta Disnakkan menyampaikan tentang 3 program di bawah Disnakkan yang dijalankan pada tahun 2026.

Kepala Disnakkan Bojonegoro, Catur Rahayu memaparkan bahwa proses pelaksanaan GAYATRI, Domba Kesejahteraan, dan KOLEGA database tahun 2025 berbeda dengan tahun 2026. Pada tahun sebelumnya menggunakan Data Kemiskinan Daerah (Damisda), sedangkan tahun ini masih menunggu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang masih ada di Dinas Sosial.

“Selain verifikasi di lapangan, kita harus penyandingan dengan Dinas Sosial. Pada bulan Mei masih verifikasi lapangan. Sehingga pelaksanaan mundur. Meski demikian kami sudah mengajukan penyandingan Dinsos, dan sudah ada yang diverifikasi berdasarkan DTSEN,” ulas Catur.

Dari hasil verifikasi tersebut, Disnakkan sudah mendapatkan 414 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk KOLEGA yang sudah proses di SK Bupati. Sedangkan GAYATRI mengajukan penyandingan 3100 KPM, namun yang sudah sesuai Sesuai 2967 KPM. Hasil verifikasi yang belum sesuai dengan desil penyandingan Dinsos masih ada beberapa desa.

“Sehingga yang kita ajukan ke pimpinan untuk SK Bupati nanti menyesuaikan,” tambahnya.

Tahun 2026 untuk GAYATRI sasaran 4400 KPM di 28 kecamatan pada 410 desa dan kelurahan. Karena ada beberapa desa atau kelurahan yang sudah menerima 40 KPM dari APBD sehingga tidak dialokasikan.

“Sedangkan untuk Domba Kesejahteraan, 3.325 KPM di 28 kecamatan di semua desa yakni 430,” kata Catur.

Menanggapi pemaparan dari Kepala Disnakkan, masing-masing anggota Komisi B mengajukan beberapa pertanyaan dan masukan untuk memastikan program-program dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan perencanaan.

Sutikno menyampaikan ,Fraksi PKB sejak awal mendukung Program Gayatri sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, berdasarkan hasil pemantauan Komisi B, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, mulai dari tingginya harga pakan ternak, kesehatan hewan, kesiapan usia ternak, hingga pendampingan yang dinilai perlu diperkuat. 

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memastikan berbagai temuan tersebut telah ditindaklanjuti dalam pelaksanaan program tahun 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah upaya menekan biaya pakan melalui bantuan alat produksi pakan mandiri bagi kelompok peternak.

“Kalau memang sudah ditemukan berbagai kendala selama pelaksanaan program sebelumnya, maka harus ada solusi dan langkah perbaikan yang jelas pada program tahun berikutnya,” ujar Sutikno.

Selain itu, Sutikno juga menyoroti pola penyaluran bantuan Program Gayatri dan KOLEGA tahun 2026 yang menurut data yang diterima Komisi B masih terfokus pada desa-desa tertentu. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar tidak memunculkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat ungkapnya. (dan/*)