NGAWI - Seorang bocah berusia lima tahun di Ngawi harus mendapat bantuan petugas pemadam kebakaran setelah jari telunjuknya terjepit di lubang gesper ikat pinggang. Peristiwa tersebut terjadi saat korban bermain seorang diri di dalam kamar.
Bocah bernama Reihan Denis itu sempat menangis karena jari telunjuknya tidak bisa dikeluarkan dari lubang gesper. Kondisi tersebut membuat kedua orang tuanya panik dan berusaha memberikan pertolongan secara mandiri.
Mita Kristina, ibu Reihan, mengatakan kejadian bermula ketika anaknya bermain di kamar. Tiba-tiba Reihan menangis setelah jari telunjuknya masuk ke lubang gesper dan terjepit.
Orang tua korban sempat mencoba mengeluarkan jari tersebut dengan bantuan minyak bayi dan sabun. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena jari sudah sulit ditarik keluar.
Karena khawatir kondisi jari semakin membengkak, keluarga kemudian meminta bantuan petugas Damkar Ngawi.
Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan proses evakuasi. Untuk melepaskan jari korban, petugas menggunakan mesin gerinda kecil untuk memotong bagian lubang gesper.
Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena gesper terbuat dari plat besi yang cukup tebal. Selain itu, jari telunjuk Reihan mulai mengalami pembengkakan sehingga petugas harus bekerja secara hati-hati agar tidak melukai korban.
Setelah sekitar 15 menit, petugas akhirnya berhasil memotong bagian gesper dan melepaskan jari telunjuk Reihan.
Petugas Damkar Ngawi, Nur Rofik Mubarok, mengatakan proses pelepasan dilakukan dengan hati-hati karena posisi jari korban berada tepat di bagian gesper yang harus dipotong.
Setelah jari berhasil dilepaskan, kedua orang tua Reihan merasa lega. Korban kemudian diperbolehkan pulang bersama keluarganya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua agar selalu mengawasi anak saat bermain, terutama ketika menggunakan atau memegang benda-benda yang berpotensi menyebabkan jari terjepit maupun cedera. (ito/im)

