Iklan

jtvbojonegoro
Tuesday, August 18, 2020, 15:12 WIB
Last Updated 2020-08-18T08:53:56Z
BojonegoroViewer

Melihat Pelaksanaan Uji Coba Sekolah Tatap Muka


BOJONEGORO - Sekolah menengah kejuruan negeri 1 bojonegoro, mulai melaksanakan uji coba pelaksanaan proses belajar-mengajar secara tatap muka. Sebagai uji coba, hanya 3 sekolah di kabupaten bojonegoro yang menerapkan pelaksanaan proses belajar-mengajar secara tatap muka.

Menuju adaptasi kebiasaan baru, sekolah menengah atas kejuruan negeri 1 bojonegoro, mulai menguji coba penyelenggaraan pembelajaran dengan metode tatap muka, dimasa pandemi covid-19.

Uji coba pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka akan dilakukan selama dua minggu kedepan. Namun, tidak untuk semua siswa belajar secara tatap muka, pembelajaran secara tatap muka ini hanya di berlakukan bagi murid kelas 1 saja.

Kelapa SMKN 1 bojonegoro, fatkhurrokhim mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan semua kebutuhan sesuai protokol kesehatan, mulai dari pemberlakuan 1 pintu masuk dan keluar hingga sarana prasana seperti bilik sterilisasi, tempat cuci tangan dan juga cairan antiseptik disejumlah titik.

Dalam pelaksanaan belajar tatap muka ini, pihak sekolah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari cek suhu tubuh, cuci tangan, hingga harus melewati bilik sterilisasi.

Fatkhurrokhim menambahkan, pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka ini, hanya dilaksanakan oleh 9 siswa tiap kelasnya, sementara waktu pembelajaran hanya sampai pukul 11.00 wib.

Sementara itu, amanda putri menyambut gembira pelaksanan pembelajaran secara tatap muka ini, siswi kelas sebelas ini mengungkapkan, dirinya merasa seneng setelah kurang lebih selama 5 bulan tidak dapat belajar secara tatap muka langsung, sebab, dirinya merasa jenuh dan bosan jika belajar dengan metode daring.

Diketahui bahwa, dikabupaten bojonegoro baru 3 sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran dengan metode tatap muka, diantaranya SMK negeri 1 bojonegoro, sma negeri 1 bojonegoro, dan slb negeri sumbang bojonegoro, selain itu seluruh guru dan karyawan dari sekolah tersebut semuanya sudah melakukan rapid test dan hasilnya semuanya non reaktif.