Iklan

Redaksi JTV Bojonegoro
Tuesday, October 27, 2020, 14:24 WIB
Last Updated 2020-10-27T07:24:04Z
TubanViewer

Tiga Bos Nasional Turun Tangan Selesaikan Konflik Klenteng Tuban

Reporter: Khusni Mubarok

TUBAN - Setelah ditutup selama tiga bulan, akibat konflik kepengurusan. Tempat ibadah tri dharma kwan sing bio di kabupaten tuban, akhirnya secara resmi kembali dibuka. Penyelesaian konflik kepengurusan ini, melibatkan tiga bos nasional berpengaruh, di antaranya bos maspion grup alim markus, bos kapal api soedomo mergonoto dan bos sutos paulus welly affandi.

Inilah detik-detik pembukaan gembok tempat ibadan tri dharma kwan sing bio di kabupaten tuban, yang dilakukan oleh tiga tokoh pengusaha di jawa timur. Tempat ibadah umat budha, konghucu dan tao ini, sebelumnya digembok dari dalam dan luar selama tiga bulan, oleh dua kubu pengurus yang terlibat konflik.

Pembukaan gembok ini, disambut isak tangis bahagia umat tridarma dan para pedagang, lantaran selama tiga bulan klenteng terbesar se-asia tenggara itu ditutup. Sebelumnya, penggembokan pintu keluar-masuk klenteng ini, menyebabkan umat tri dharma tak bisa beribadah. Selain itu, aktifitas keagamaan dan wisata pun juga terhenti total.

Tiga tokoh bos nasional yang turun tangan menyelesaikan konflik ini diantaranya, alim markus bos maspion grup, sudomo bos kopi kapal api dan paulus welly affandi bos sutos. Paska dibuka, sejumlah umat tri dharma langsung melakukan aktifitas keagamaan di dalam klenteng ini.
 
Tutik naya, salah satu pedagang yang biasa berjualan dilingkungan klenteng setempat menyampaikan syukur dan haru, atas dibukanya kembali klenteng kwan sing bio ini. Pasalnya, sudah sejak tiga bulan terakhir ia tidak bisa berjualan akibat penggembokan klenteng oleh dua kubu yang berseteru.

Sementara itu, ketua penilik domisioner titd kwan sing bio tuban, alim sugiharto, menyampaikan syukur dan bahagia, dengan dibukanya gembok pintu keluar-masuk klenteng ini. Dengan dibukanya gembok ini, seluruh umat dapat kembali beribadah seperti sediakala.
 
Sementara itu, alim markus, bos maspion grup yang menjadi salah satu mediator konflik ini berharap, agar kedepan tidak ada lagi penggembokan di tempat ibadah ini. Selain itu, ia juga berpesan agar umat tetap bersatu dan tidak terpecah belah oleh konflik kepentingan.
 
Sebatas diketahui, gerbang pintu keluar-masuk klenteng kwan sing bio digembok dari luar dan dalam, akibat konflik kepengurusan dua kubu, yakni kelompok alim sugiantoro dan tio eng bo atau mardjojo.