Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Jumat, 01 Januari 2021, 15:19 WIB
Last Updated 2021-01-01T09:15:51Z
BojonegoroViewer

Nasib Penjual Terompet Tahun Baru Di Tengah Pandemi Covid-19

Reporter: Samsul Alim

BOJONEGORO - Pandemi covid-19, membuat para pedagang terompet tahun baru merugi. Kondisi ini salahsatunya dirasakan oleh badrus, penjual terompet yang mangkal di seputaran alun-alun bojonegoro. Terlihat terompet dengan berbagai bentuk masih menumpuk dan belum laku terjual.

Kondisi ini berbeda dengan perayaan pergantian tahun-tahun sebelumnya. Yang mana dagangan terompet laku keras saat malam tahun baru dan libur tahun baru.

Badrus yang sudah berjualan terompet sejak 2014 ini mengaku, penjualan terompet kali ini mengalami kerugian hingga 3 juta rupiah. Penjualan terompet lesu dan merosot drastis, dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, dalam sehari terompet jualannya hanya laku biji saja. Bahkan tak jarang, dalam sehari tidak laku satupun.

Lelaki asal desa sranak, kecamatan trucuk, itu memastikan, minimnya pembeli terompet berpengaruh pada harga, terompet berbentuk naga pada tahun sebelumnya bisa seharga rp 25 ribu per biji. Tahun ini, tahun ini hanya ia jual dengan harga 15 ribu rupiah. Atas kondisi ini, para pedagang terompet mengaku hanya bisa pasrah.

Hingga kini jumlah kasus covid-19 di bojonegoro masih tinggi, oleh karena itu pemkab setempat menerapkan kebijakan untuk tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan serta melakukan pembatasan jam malam. Hingga kini, tercatat jumlah komulatif pasien terkonfirmasi positif di kabupaten bojonegoro sebanyak 1287 orang. 967 orang diantaranya dinyatakan sembuh, 227 orang masih menjalani perawatan, serta sebanyak 93 orang meninggal dunia.