Iklan

Sketsa Bengawan
Saturday, March 6, 2021, 14:29 WIB
Last Updated 2021-03-06T07:29:46Z
BojonegoroViewer

Geliat Produksi Pot Gerabah Di Tengah Pandemi Covid-19


BOJONEGORO - Setelah vakum berbulan-bulan akibat pandemi covid-19. Kini, wisata edukasi gerabah di kecamatan malo, kabupaten bojonegoro mulai bergeliat kembali. Para pengrajin kembali produksi dan menerima orderan kembali di masa transisi new normal, terlebih adanya tren tanaman hias yang saat ini sedang naik daun.

Dari rumahnya yang sederhana di desa rendeng, kecamatan malo, kabupaten bojonegoro, riyono dibantu oleh sang istri sukses membuat aneka kerajinan tangan berbahan tanah liat.

Usaha kerajinan tangan ini sebenarnya sudah ia geluti sejak ia kecil, namun ditengah adaptasi kebiasaan baru atau new normal, hasil kerajinan tangan miliknya mulai di minati oleh masyarakat, terutama jenis pot bunga berbahan gerabah.

Adanya himbauan dari pemerintah untuk di rumah saja, yang membuat masyarakat kini hobi untuk merawat bunga dirumah, hal tersebut berdampak terhadap hasil kerajinan tangan miliknya.

Riyono mengaku kebanjiran pesanan pot gerabah di masa pandemi covid-19 ini, bahkan ia pernah mendapatkan pesanan pot gerabah dari jakarta dan luar kota lainnya, seperti nganjuk, surabaya.

Harga pot gerabah miliknya bervariatif sesuai bentuk dan ukuran, mulai dari 5 ribu rupiah hingga puluhan ribu rupiah.

Adapun kendala yang ia hadapi saat ini adalah proses pengeringan, sebab di musim ini masih sering turun hujan.

Sementara itu, kepala desa rendeng, muslih mengatakan didesa rendeng ada 150 lebih kepala keluarga sebagai pengerajin gerabah, gerabah yang di produksi pun bermacam-macam, mulai dari peralatan rumah tangga, pot bunga, guci dan masih banyak yang lain.

Diketahui, dampak pandemi covid-19 yang melanda indonesia juga berimbas pada sektor wisata di kabupaten bojonegoro, salah satunya wisata edukasi gerabah di desa rendeng kecamatan malo kabupaten bojonegoro, yang sejak akhir maret 2020 lalu ditutup, sehingga warga setempat yang mayoritas perajin gerabah kondisi ekonominya menurun.