Iklan

jtvbojonegoro
Sunday, September 5, 2021, 17:35 WIB
Last Updated 2021-09-05T10:41:04Z
BojonegoroKabar ApikTubanViewer

Angkatan Kerja di Indonesia Harus Berkualitas, Mari Cegah Stunting


KABAR APIK - Anggota Komisi IX DPR RI, H. Abidin Fikri, S.H.,M.H bersama BKKBN Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana di Desa Kanorejo, Rengel, Sabtu (4/9/2021). Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Andhi Hartanto, S.Pd. berharap agar program ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kanorejo. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dari Anggota komisi IX DPR RI, Abidin Fikri bersama dengan BKKBN.

Drs.Hadi Jupri M.ikom, selaku perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa dan keluarga berencana kabupaten Tuban dalam sosialisasi tersebut mengatakan bahwa, Tuban sudah menyelesaikan pendataan keluarga secara menyeluruh. “Pendataan Keluarga di Tuban telah tuntas selesai, telah diserahkan kepada masing-masing pihak, semoga data yang sudah tersedia dapat digunakan dengan baik untuk pengambilan kebijakan” ungkap Hadi. 

Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana, BKKBN RI, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid menyampaikan bahwa, persoalan stunting menjadi fokus utama program BKKBN. “Perlu perhatian khusus semua pihak untuk bergotong royong dalam mencegah dan menanggulangi status gizi stunting, karena pada 2030 angkatan kerja di Indonesia sangat besar dan kita tidak ingin stunting menjadi penghambat pengingkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” papar Zamhir di Desa Kanorejo.

Sementara itu, H. Abidin Fikri, S.H.,M.H. berpesan agar masing-masing keluarga serta komunitas dapat saling bekerjasama untuk berkomunikasi dan bertukar informasi kepada penyuluh lapangan keluarga berencana atau pihak pemerintah desa. Hal itu untuk mencegah secara dini keluarga yang tidak mampu, sehingga status gizi rendah atau stunting dapat dicegah sedini mungkin. “Ini menjadi penting karena ke depan gizi anak-anak Indonesia sebagai penerus peradaban bangsa ini harus berkualitas tinggi, harus memiliki status gizi yang cukup baik, sehingga memiliki daya pikir, inovasi dan kreativitas yang mampu berdaya saing di masa depan,” tegas Abidin.