Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 26 Juli 2023, 17:31 WIB
Last Updated 2023-07-26T10:31:58Z
Kabar Apik

Pemkab Bojonegoro Kenalkan Sandur dan Destinasi Kayangan Api ke Delegasi 4 Negara


KABAR APIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperkenalkan kesenian sandur kolosal dan destinasi wisata kayangan api kepada delegasi empat negara dalam rangkaian kegiatan Bojonegoro Thengul Internasional Folklore Festival (B-TIFF) 2023, Selasa (25/07/2023).

Empat delegasi negara tersebut yakni Slovenia, Uzbekistan, India, dan Mexico. Selain itu juga terdapat Rampoe Aceh yang ikut serta dalam agenda pagelaran kesenian internasional yang digelar Pemkab Bojonegoro bekerjasama dengan Concelor International Of Folklore Festival (CIOFF) Indonesia.

Pada hari ke empat ini, para turis asing dikenalkan dengan sandur kolosal yang merupakan budaya asli Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, mereka juga diajak berkeliling dan mengeksplore wisata kayangan api yang berada di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Pantauan JTV di lokasi, pertunjukan diawali dengan tarian jaranan dan diberi beberapa lawakan yang menggunakan bahasa Jonegoroan. Selain itu, para delegasi antusias menyaksikan 5 lakon pakem, antara lain germo, cawik, balong, pethak, dan wak tangsil.

Mereka tampak menikmati pagelaran tersebut. Bahkan, sejumlah delegasi juga maju untuk menjajal kesenian tersebut dengan menari bersama para lakon sandur.

Usai puas menyaksikan pagelaran sandur kolosal, para delegasi B-TIFF berkeliling sembari beratraksi melewati api abadi yang berada di wisata tersebut. Tak hanya itu, mereka juga sesekali diajak berswafoto oleh masyarakat Bojonegoro yang hadir dalam acara tersebut.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawannah mengungkapkan, sandur Bojonegoro ini sudah masuk di Balai Pengelolaan Taman Budaya (BPTB) dan bahasa yang digunakan juga bahasa jawa. Didalamnya terdapat cerita rakyat yang dipadukan dengan beberapa lawakan.

“Mungkin untuk masyarakat luar yang belum mengetahui, mestinya agak bingung dengan cerita yang dibawakan dalam sandur kolosal. Padahal, di dalamnya terdapat cerita rakyat yang kembali diolah dan dicampur dengan sejumlah jokes atau lawakan,” terang Bupati Anna.

Lanjutnya, pembawaan dari sandur kolosal ini tetap mengedepankan nilai-nilai kebudayaan tradisional. Kemudian tata bahasanya juga lemah lembut dengan mengedepankan cara bahasa etnis Jawa yang lemah lembut.

“Kami berharap, dengan digelarnya pagelaran ini selama 5 hari ini bisa menumbuhkan daya tarik destinasi wisata di Kabupaten Bojonegoro pada wisatawan mancanegara,” tegas Anna Muawanah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto mengatakan, jika pada pelaksanaan B-TIFF 2023 ini sengaja dikemas semaksimal mungkin. Para delegasi tak hanya menampilkan keseniannya masing-masing, namun pada tahun ini juga di gelar workshop, city tour dan kunjungan budaya.

“Pada hari ke empat ini, para delegasi diajak untuk menikmati wisata desa dan agrowisata di kebun belimbing. Selain itu Pemkab Bojonegoro juga sengaja mengajak rombongan B-TIFF ini ke wisata api abadi yakni khayangan api,” tandasnya.

“Tak hanya melihat keindahan api abadi, disini para delegasi juga dikenalkan bahwa khayangan api merupakan salah satu geopark nasional dan salah satu warisan peninggalan sejarah kerajaan majapahit yang berada di Kabupaten Bojonegoro,” imbuh Budiyanto.

Perlu diketahui, kegiatan tersebut digelar selama 5 hari di kota migas (sebutan lain Bojonegoro) dimulai dengan kegiatan parade yang digelar pada (22/07/2023) lalu. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan kesenian dan sosial yang bertempat di beberapa destinasi wisata di Kabupaten Bojonegoro hingga rabu (26/07/2023). (*/lim)