Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 10 Oktober 2023, 19:51 WIB
Last Updated 2023-10-10T12:51:51Z
Tuban

Antisipasi Kerusuhan Pilkada Tuban 2006 Terulang, Petugas Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu


TUBAN - Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP memenuhi lapangan di Alun-alun Kabupaten Tuban, Selasa (10/10/2023) siang. Pantauan JTV di lokasi, mereka berseragam lengkap dan serius mengamankan berbagai tahapan pemilu mulai dari kampanye tertutup maupun terbuka, masa tenang, pungut hitung, juga berbagai penanganan jika terjadi kericuhan sampai dengan menjinakkan bom.

Dalam simulasi pengamanan pemilu ini, masing-masing warga datang untuk memilih. Namun, terjadi kericuhan pada saat pemungutan suara berlangsung di TPS, hingga mengakibatkan proses pemilihan terhenti. Selanjutnya petugas kepolisian datang dan melerai amukan warga.

Kericuhan berlanjut saat pendukung dari salah satu calon yang gagal tidak terima dan melakukan demonstrasi hingga merusak beberapa fasilitas umum. Seluruh jajaran anggota Sabhara dan Brimob diterjunkan untuk membubarkan para demonstran. Petugas juga mengamankan salah satu oknum pendemo yang menculik dan menyekap salah satu panitia pemilu.

Kapolres Tuban, AKBP Suryono mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk mengecek kesiapan anggota apabila timbul kericuhan saat pemilihan berlangsung. Pasalnya, Kabupaten Tuban punya sejarah kelam kerusuhan saat pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2006 silam.

Saat itu, massa yang tidak terima dengan kekalahan, merusak sejumlah fasilitas umum hingga membakar Pendopo Krido Manunggal Tuban. Kapolres Tuban berharap pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024 di Tuban tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kejadian yang pernah terjadi tahun 2006 kita harapkan tak terulang lagi. Tujuan simulasi ini untuk memberikan kesiapan rekan-rekan dalam melakukan pengamanan di setiap TPS saat pelaksanaan Pemilu,” jelas Kapolres Tuban kepada awak media.

Dalam simulasi ini, selain menangani massa anarkis. Petugas juga mensimulasikan pembebasan tawanan secara cepat dan tepat, serta menangani benda mencurigakan diduga bahan peledak. (dzi/rok)