NGANJUK - Perjalanan panjang penuh ketekunan dijalani pasangan suami istri, Rubianto Supeno (60) dan Khiriyah Al Asmini (58), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, demi mewujudkan impian menunaikan ibadah haji.
Selama 31 tahun sejak 1995, keduanya menabung dari hasil usaha sebagai pandai besi yang memproduksi pisau dan sabit. Usaha kecil itu dirintis dari nol dan menjadi sumber penghidupan utama keluarga.
Dari setiap pisau yang dijual, mereka hanya meraup keuntungan sekitar Rp5 ribu. Dengan modal Rp35 ribu, produk tersebut dijual seharga Rp40 ribu. Dalam sehari, pasangan ini mampu memproduksi lebih dari 100 pisau dan sabit.
Dari hasil tersebut, mereka secara konsisten menyisihkan uang tabungan antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu setiap hari. Tak hanya menabung, sebagian hasil usaha juga diinvestasikan dalam bentuk ternak sapi.
Setelah merasa tabungan mencukupi, keduanya mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada tahun 2012.
Rubianto mengungkapkan, keinginan untuk berangkat haji awalnya datang dari dorongan sang istri. Meski sempat ragu karena penghasilan yang terbatas, mereka tetap berusaha dan menjaga komitmen.
“Awalnya ragu karena penghasilan tidak seberapa, tapi kami terus berusaha dan menabung sedikit demi sedikit sampai akhirnya bisa mendaftar haji,” ujar Rubianto.
Pasangan ini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 20 Mei 2026 mendatang, tergabung dalam kloter 114 bersama jemaah lainnya.
Kisah mereka menjadi inspirasi bahwa kerja keras, kesabaran, dan konsistensi mampu mewujudkan impian besar, bahkan dari kondisi ekonomi yang sederhana. (syar/im)

