TUBAN - Kebakaran besar yang terjadi pada Kamis dini hari melumpuhkan aktivitas ekonomi di Pasar Baru Tuban. Hingga Jumat siang, tercatat sebanyak 41 kios dan los milik 15 pedagang ludes terbakar.
Memasuki hari kedua, para pedagang mulai kembali ke lokasi untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran. Dengan peralatan seadanya, mereka mengurai puing atap seng dan kayu yang telah hangus menjadi arang.
Di tengah tumpukan abu dan material terbakar, sejumlah pedagang masih berupaya mencari barang yang mungkin bisa diselamatkan. Namun sebagian besar hanya menemukan sisa barang yang sudah tidak dapat digunakan.
Salah satu pedagang, Edi Eswanto, pengusaha penggilingan mie basah, tampak terpukul saat melihat seluruh peralatan usahanya musnah.
“Semua mesin penggiling, tepung, dan peralatan habis terbakar. Saya tidak tahu harus mulai dari mana lagi,” ujar Edi Eswanto.
Ia mengaku kini hanya bisa berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah agar usahanya dapat kembali berjalan.
Meski garis polisi telah dilepas dan proses pembersihan mulai dilakukan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.
Para pedagang pun berharap ada solusi cepat, agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan pasar tersebut. (dzik/im)

