Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 17 Oktober 2026, 21:17 WIB
Last Updated 2026-10-17T14:17:56Z
Kabar Apik

Prosesi Pengambilan Api Abadi Khayangan Api Warnai Hari Jadi Bojonegoro ke-349


KABAR APIK – Prosesi pengambilan Api Abadi di objek wisata Khayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349, Sabtu (17/10/2026). Tradisi yang sarat nilai sejarah dan budaya ini berlangsung khidmat, sekaligus menarik perhatian masyarakat yang datang untuk menyaksikan secara langsung.

Rangkaian prosesi diawali dengan kedatangan tim pengambilan Api Abadi di kawasan Khayangan Api. Penyambutan melibatkan sejumlah unsur adat dan seni tradisional, di antaranya Cucuk Lampah, Tim Rontek, Juru Kunci, serta Waranggono.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengalungan bunga melati kepada Camat Ngasem sebagai bentuk penghormatan. Rombongan yang terdiri dari Camat Ngasem, Forkopimcam, dan Kepala Desa Sendangharjo selanjutnya menuju Sumur Api dengan diiringi Kange Yune, tumpeng robyong, dan sesaji.

Di sekitar Sumur Api, Waranggono turut menampilkan kesenian tradisional untuk mengiringi prosesi sebelum pengambilan Api Abadi dilakukan. Setelah itu, api diserahkan oleh juru kunci kepada Kepala Desa Sendangharjo, kemudian diteruskan kepada Camat Ngasem.

Camat Ngasem, Kasmari, S.STP., menjelaskan bahwa pelaksanaan kirab Api Abadi pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro tahun ini memiliki konsep berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu pengambilan Api Abadi dari Khayangan Api dikirab menuju Pendopo Pemkab Bojonegoro, tahun ini konsepnya berbeda. Api Abadi terlebih dahulu dikirab dari Khayangan Api menuju Kecamatan Kalitidu. Selanjutnya dibawa kirab kembali ke Kecamatan Trucuk dan terakhir menuju Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro,” jelas Kasmari.

Setelah diambil, Api Abadi dijadwalkan dibawa menuju Kantor Kecamatan Kalitidu pada pukul 16.00 WIB. Api kemudian disemayamkan sementara mulai pukul 16.30 hingga 18.30 WIB sebelum melanjutkan rangkaian kirab berikutnya menuju Kecamatan Trucuk dan berakhir di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro.

Kasmari berharap momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349 dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, di Hari Jadi Bojonegoro ke-349 ini, mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bisa terus menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, prosesi pengambilan Api Abadi juga mendapat sambutan antusias dari para pengunjung. Sejumlah warga sengaja datang untuk menyaksikan langsung tradisi yang menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Bojonegoro tersebut.

Salah satunya Siti Laelatul, warga Kecamatan Kedungadem, yang rela menempuh perjalanan jauh bersama suami dan anaknya demi menyaksikan prosesi pengambilan Api Abadi hingga kirab.

Menurut Siti, tradisi tersebut tidak hanya menarik untuk disaksikan, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak, agar lebih mengenal dan menghargai warisan budaya leluhur.

Ia menilai prosesi pengambilan Api Abadi hingga kirab menjadi sarana pembelajaran secara langsung bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Khayangan Api sendiri merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Bojonegoro yang dikenal dengan fenomena api alami yang terus menyala dan memiliki keterkaitan dengan sejarah serta cerita rakyat setempat.

Melalui prosesi pengambilan dan kirab Api Abadi, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349 tahun ini mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur.” Tema tersebut menjadi semangat untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan daerah tanpa meninggalkan nilai sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Bojonegoro. (Edo)