NGAWI - Warga Dusun Kaligede, Desa Ngancar, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, mengalami krisis air bersih selama lima bulan terakhir. Sebanyak 68 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut kini bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari Pemerintah Kabupaten Ngawi, lembaga, maupun pihak lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Krisis air bersih ini terjadi akibat musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan sejumlah sumber air milik warga mengering. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga dan terpaksa mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Anggota DPR RI, Budi Sulistyono, mengatakan sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi memang menjadi langganan krisis air bersih ketika musim kemarau berlangsung panjang. Kondisi ini terutama dialami masyarakat yang tinggal di kawasan tepian hutan.
Menurutnya, pemerintah perlu hadir untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama di daerah yang setiap tahun mengalami kesulitan air saat musim kemarau.
“Beberapa wilayah di Ngawi memang menjadi langganan kesulitan air bersih ketika musim kemarau panjang, terutama daerah tepian hutan. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat bisa tercukupi,” ungkap Budi Sulistyono kepada JTV.
Sementara itu, Kepala Dusun Kaligede, Sugiyono, mengungkapkan bahwa warga sudah mengalami kesulitan air bersih sejak lima bulan terakhir. Selama ini, pemenuhan kebutuhan air warga sangat bergantung pada bantuan distribusi yang datang setiap dua hari sekali.
“Sudah sekitar lima bulan warga mengalami kesulitan air bersih. Saat ini, kami hanya mengandalkan bantuan distribusi air yang datang setiap dua hari sekali untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Sugiyono kepada JTV.
Sugiyono menjelaskan, terdapat 68 kepala keluarga di Dusun Kaligede yang terdampak krisis air bersih tersebut. Bantuan distribusi air menjadi tumpuan utama warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air di lingkungan mereka belum kembali mencukupi.
Krisis air bersih akibat musim kemarau tidak hanya terjadi di Dusun Kaligede. Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan kepala keluarga di berbagai wilayah Kabupaten Ngawi juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.
Sejumlah sumber air milik warga mengering akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau. Akibatnya, masyarakat di daerah terdampak harus mengandalkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar penyaluran bantuan air bersih dapat terus dilakukan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan kekeringan dan belum memiliki sumber air alternatif yang memadai. (ito/im)

