Iklan Beranda

jtvbojonegoro
Minggu, 30 Agustus 2020, 16:45 WIB
Last Updated 2020-08-30T09:45:58Z
TubanViewer

Terkait Rekom PPP di Pilkada Tuban 2020, Alumni Pondok Sarang di Tuban Ingatkan Hasil Rapimcab


TUBAN – Alumni pondok sarang atau santri matoh Tuban, bersuara terkait rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk pasangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban di Pilkada Tuban 2020. 

Ketua santri matoh Tuban, KH Nur Chamid, menyentil sikap sekjen DPP PPP, Arsul Sani yang hingga saat ini belum menurunkan rekomendasi untuk bacabup-bacawabup di pilkada Tuban. Selain itu, ia juga mengingatkan terkait hasil Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) DPC PPP Tuban atas penjaringan Bacabup dan bacawabup Tuban 2020. Dimana 2/3 hasil suara PAC dan kader menghendaki rekom partai PPP diberikan Eko Wahyudi sebagai Bakal Calon Bupati Tuban. 
 
“Jangan khianati hasil Rapimcap DPC PPP Tuban. Suara arus bawah (kader, pengurus) partai bersama Masyayeh - Masyayeh Sarang, Gus Yasin, Gus  Ubab, dan Gus Iid telah berikan restu kepada Eko demi membawa kejayaan PPP berkiprah di daerah Tuban,” tegas KH Nur Chamid, Minggu (30/08/2020). 

Sikap tawadhu' dan komitmen Eko Wahyudi membesarkan partai di kabupaten Tuban, kata KH Chamid telah disampaikan Eko saat meminta restu kepada KH Abdulloh Ubab Maimoen (Gus Ubab), Gus Idror Maimoen dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) Wakil Gubernur Jateng. 

"Kami harap sekjen DPP PPP tidak melupakan sejarah kejayaan partai berawal keistiqomahan guru dengan santri. Jangan hanya Masyayeh pondok Sarang dijadikan bemper untuk kepentingan pribadi tetapi tidak pernah memperhatikan aspirasi masyayeh dan arus bawah untuk kebesaran PPP di Tuban," Pintanya

Sikap plin-plan yang ditunjukkan sekjen PPP, Arsul Sani setelah tarik - ulur tidak kunjung turunya rekom partai  di pilkada Tuban. Kata Chamid sikap ini menurunkan kewibawaan partai PPP dimata kader dan pengurus partai di daerah - daerah. Sikap Arsul Sani ini bertolak belakang suri tauladan diberikan pendiri partai Syaekhona Maimun Zubair. 

Nur Chamid juga menyampaikan setelah terpuruknya perolehan suara partai dalam pemilihan legislatif 2019 lalu, PPP di Tuban memperoleh dua kursi DPRD hal ini sebagai barometer keterwakilan suara santri alumni sarang yang masih kuat hubungan batiniyahnya dengan guru-guru sarang rembang.

Tudingan Santri Matoh Tuban terhadap sekjen PPP PPP, Arsul Sani yang tidak mengindahkan hasil Rapimcab dan suara akar rumput kalangan santri ini, akan berpengaruh dengan keberlangsungan PPP di daerah - daerah. 

"Kami harap rekom PPP pilkada Tuban, tidak hanya mementingkan kepentingan segelintir orang untuk menghindari gejolak di pengurus, kader dan arus bawah," harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PPP Kab. Tuban, Aguk Sahabuddin mengatakan. Rekom DPP PPP di Pilkada Tuban akan berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada. Selain itu, pihaknya juga taat dan patuh pada Keputusan Partai.

"DPC PPP Kabupaten Tuban tentu akan berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada. Kami akan taat dan patuh pada Keputusan Partai." Kata Aguk melalui pesan singkat. 

Sementara disinggung terkait perkembangan rekomendasi DPP PPP di Pilkada Tuban turun untuk siapa, Anggota DPRD Tuban asal Dapil 1 ini belum bisa memberikan kepastian. 

"Mohon bersabar dulu, nanti saya infokan lagi perkembangannya." Pungkasnya. (Rok)