Menu Atas

Iklan

jtvbojonegoro
Friday, September 11, 2020, 15:03 WIB
Last Updated 2020-09-11T08:03:12Z
TubanViewer

Kemarau Panjang 4 Waduk Kering, Tanaman Jagung Mati


TUBAN - Kemarau panjang menyebabkan kawasan perbukitan kapur di kabupaten tuban, mengalami kekeringan. Sejumlah waduk penyimpanan air yang berfungsi untuk irigasi sawah dan ladang kering kerontang. Akibatnya, hektaran tanaman jagung petani mati, lantaran tak dapat pasokan air.
 
Seperti inilah kondisi waduk singkil di desa karanglo, kecamatan kerek, kabupaten tuban. Tidak turunnya hujan, sejak dua bulan terakhir, menyebabkan penampungan air untuk irigasi sawah ini mengering. Sejauh mata memandang, hanya terlihat hamparan tanah dengan kondisi retak-retak.

warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani cukup bergantung pada air waduk ini. Sebab lahan pertanian sekitar termasuk jenis tadah hujan. Jadi bila musim kemarau datang, air waduk akan digunakan untuk sarana irigasi.
 
Namun, kini air waduk tak tersisa, sehingga lahan pertanian tak mendapatkan pasokan air. Akibatnya, hektaran tanaman jagung rusak dan sengaja dibiarkan mati mengering oleh petani setempat, karena tidak adanya pasokan air.

Air waduk singkil ini terus mengalami penyurutan sejak bulan dua bulan terakhir, hingga air waduk benar-benar habis tak tersisa. Hujan yang tak kunjung turun membuat sumber air kering, sehingga tak dapat mengaliri waduk yang berlokasi di kaki perbukitan kapur ini.

Menurut warsilan, warga desa setempat. Di daerah kecamatan kerek ada sebanyak 4 waduk, termasuk waduk ini yang kondisinya kering kerontang. Atas kondisi ini, para petani memilih membiarkan lahannya terbengkalai. Biasanya, mereka akan mulai kembali bercocok tanam pada bulan 11.
 
Sementara itu, menurut kepala stasuiun meteorologi kelas 3 BMKG tuban, rofiq ali mansur. Musim kemarau di tuban, sudah terjadi terjadi mulai bulan juni dan mamasuki puncaknya pada bulan september ini. Pada bulan juli lalu, ketersediaan air tanah juga sudah sangat berkurang disekitar di wilayah selatan, barat daya dan barat tuban. Sedangkan wilayah tuban yang berpotensi kekeringan berada di kecamatan parengan, senori, kenduruan, jatirogo dan kerek.

Saat ini, hampir semua waduk yang ada di perbukitan kaput tuban mengalami kondisi serupa. Atas kondisi ini, para petani hanya bisa pasrah dan untuk sementara waktu membiarkan lahan pertanian mereka terbengkalai, sembari menunggu musim penghujan tiba.