Menu Atas

Iklan

jtvbojonegoro
Saturday, September 12, 2020, 14:52 WIB
Last Updated 2020-09-12T08:29:57Z
Pojok PituViewer

Warga Keluhkan 13 Meteran Listrik Dipasang Secara Liar


NGANJUK - Pemasangan belasan meteran listrik oleh rekanan dari PT PLN rayon nganjuk, dikeluhkan warga karena dinilai asal-asalan. Sebanyak 13 meteran itu dipasang di kandang sapi dan sejumlah rumah warga yang jaraknya hingga 700 meter dari rumah milik pemasang meteran. Warga mengeluh dan merasa ditipu, karena telah membayar uang sebanyak 4 hingga 5 juta rupiah.

Warga desa joho, kecamatan pace, kabupaten nganjuk, menjadi korban pemasangan meteran listrik PLN yang asal asalan. Warga desa terpencil ini, mengeluhkan dan merasa tertipu dengan pemasangan meteran listrik pln itu.

Pasalnya, instalatir dari pihak perusahaan yang bekerjasama dengan PT PLN rayon nganjuk, memasang meteran listrik seara asal-asalan, mulai di pasang di kandang sapi hingga di pasang di rumah lain yang jaraknya hingga 700 meter dari rumah pemilik meteran. Padahal, untuk memasang meteran listrik ini, warga sudah membayar sebesar 4 hingga 5 juta rupiah.

Menurut jaimin, warga desa setempat. Kasus ini terjadi sejak tahun 2011 silam. Saat itu, ada sebanyak 13 warga dusun dampit desa joho memasang meteran listrik jenis pulsa, dan mendaftar secara resmi ke pln nganjuk.

Oleh rekanan yang ditunjuk oleh  PLN, sebanyak 7 meteran listrik semula dipasang di tiang besi ukuran kecil yang dibeli warga. Namun, itu hanya bertahan seminggu saja dan kembali dicopot oleh pihak pln, karena dinilai pemasangan yang dilakukan oleh rekanan itu tak sesuai SOP PLN. Anehnya, sekitar  7 meteran listrik itu kemudian malah di pindah di kandang sapi, dan selebihnya di titip titipkan ke rumah rumah warga.

Masalah kembali muncul saat pemilik kandang pada jumat 11 september 2020 membongkar kandangnya, dan meteran rumah wargapun berserakan, dan oleh pihak rekanan PLN di pasang di batang kayu yang ditancapkan di sawah warga.

Hal ini membuat warga resah, karena tiang listrik rawan jatuh dan membahayakan. Warga juga mengaku susah payah jika terjadi pemadaman, lantaran harus menuju meteran yang ada di sawah dengan jarak 700 meter untuk menyalakan meteran kembali dan mengisi pulsa.

Warga meminta pihakrekanan atau PLN nganjuk bertanggung jawab, dan secepatnya memindahkan meteran ke rumah warga.

Pemasangan meteran listrik dikandang itu dibenarkan oleh kasturi pemilik kandang sapi, ia membongkar kandangnya untuk di renovasi, dan meminta pln agar sebanyak 7 meteran listrik itu di pindah.

Sementara wicaksono manager PLN area nganjuk saat berada di lokasi kandang sapi enggan berkomentar ke media terkait kasus pemasangan meteran dikandang sapi tersebut, pihaknya mengaku masih melakukan koordinasi dengan sekumlah pihak terkait.hingga saat ini belum ada solusi atas kesalahan pasang meteran listrik tersebut.