Iklan Beranda

jtvbojonegoro
Rabu, 07 Oktober 2020, 15:36 WIB
Last Updated 2020-10-07T08:53:17Z
Pojok PituViewer

Harga Tembakau Anjlok Petani Merugi

Reporter: Saiful Mualimin

JOMBANG - Memasuki panen raya, harga tembakau di kabupaten jombang mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan pandemi yang menyebabkan permintaan dari pabrik rokok menurun. Untuk mengurangi kerugian semakin besar  sebagian petani memilih menyimpan dan mengeringkannya.

Beginilah aktifitas petani tembakau di desa mangunan, kecamatan kabuh, kabupaten jombang. Mereka disibukan dengan aktifitas penjemuran daun tembakau usai dilakukan perajangan. Kegiatan ini, dilakukan karena harga jual tembakau ditingkat petani menurun cukup tinggi.
 
Harga tembakau di petani daun basah berada dikisaran 1.900 perkilogramnya. Harga ini turun hampir 40 persen di bandingkan musim panen sebelumnya. Tahun lalu, petani masih bisa menjual tembakau basah dikisaran harga 3.000 perkilogramnya. Sedang harga daun kering turun, dari harga sebelumnya 40 ribu perkilogram, kini hanya dibeli dengan harga 20 ribu perkilogramnya.
 
Iin, salah satu petani tembakau mengatakan. Penurunan harga ini menyebabkan petani merugi. Pasalnya, selain harga pupuk, ongkos buruh tani juga mahal. Sehingga jika tembakau jika dijual dengan harga saat ini lebih rugi. Untuk mensiasatinya dirinya memilih menyimpan dulu menunggu harga naik.
 
Iin menduga, penurunan harga ini akibat pandemi covid yang menyebabkan sejumlah pabrik rokok mengurangi produksinya. Dampaknya, saat musim panen barang melimpah harga anjlok. Dirinya berharap, pemerintah bisa membantu mengontrol harga, agar petani tidak merugi di musim panen.