Iklan Gambar

Iklan Gambar

Iklan

Redaksi JTV Bojonegoro
Friday, October 16, 2020, 15:47 WIB
Last Updated 2020-10-17T09:10:48Z
Pojok PituViewer

Panen Melimpah, Harga Cabai Rawit Di Nganjuk Anjlok

Reporter: Achmad Syarwani

NGANJUK - Angin kencang disertai hujan deras merusak puluhan rumah warga dua desa, di kecamatan sumberrejo, kabupaten bojonegoro, petang kemarin . Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Angin kencang disertai hujan deras menerjang wilayah desa kedungrejo dan sambongrejo, kecamatan sumberrejo, kabupaten bojonegoro, kamis petang kemarin.

Kejadian yang berlangsung selama hampir setengah jam ini, sempat membuat warga setempat, panik. Mereka yang ketakutan, berusaha berlindung untuk menyelamatkan diri.

Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, ataupun luka. Namun, peristiwa ini mengakibatkan dua rumah warga, rusak berat, serta puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan sedang hingga ringan.

Dua rumah rusak berat diketahui milik luluk lukitawati, r-t tujuh desa kedungrejo, dan parwiti, r-t 10 desa sambongrejo. Kedua rumah rusak parah. Dinding rumah jebol, sebagian atap dan teras rumah ambruk, hingga menghancurkan sejumlah perabotan rumah tangga yang ada di dalamnya.

Selain rumah luluk dan parwiti. Lebih dari 30 rumah warga lainnya, juga mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga ringan. Rata-rata kerusakan terjadi dibagian atap genting, baik karena tertimpa pohon tumbang, maupun jatuh tersapu angin.

Perangkat desa kedungrejo, sudarmono, menjelaskan. Angin kencang datang bersamaan dengan hujan deras, menerjang desanya, sekitar pukul 17, petang kemarin.

Tiupan angin yang berlangsung selama hampir setengah jam menjelang maghrib. Merusak sebagian besar rumah warga desanya, yang tinggal di r-t tujuh dan delapan.

Selain itu, angin yang datang dari arah timur, juga menumbangkan sejumlah pohon besar di sepanjang jalan desa setempat. Kondisi ini, tak hanya sempat menghambat akses warga, namun juga membuat aliran listrik sempat padam selama beberapa jam.

Pasca kejadian, saat ini pemerintah desa masih terus melakukan pendataaan terhadap rumah, maupun bangunan milik warga yang rusak ke tingkat kecamatan. Meski tak ada korban jiwa, namun akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,