JTV

JTV

Iklan

Redaksi JTV Bojonegoro
Thursday, November 19, 2020, 15:19 WIB
Last Updated 2020-11-19T08:49:53Z
BojonegoroViewer

Antri Panjang Di Kios Pupuk, Petani Kecewa Tak Kebagian Pupuk

Reporter: Samsul Alim

BOJONEGORO - Antrean petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini salah satunya terpantau di kios resmi penjual pupuk, desa sambongrejo, kecamatan sumberrejo, kabupaten bojonegoro.

Mengetahui stok pupuk tersedia. Sejumlah petani, langsung berdatangan, untuk mengantre mendapatkan pupuk bersubsidi, jenis Urea, Phonska, ZA, Petroganik, dan SP-36, yang saat ini, benar-benar mereka butuhkan.

Namun sayang, meski telah mengantre lama sejak pagi hari. Stok pupuk yang tersedia di kios ini, hanya ada dua jenis saja, yakni phonska dan urea, dan itupun dengan jumlah terbatas tak lebih dari lima ton saja, sehingga tak mencukupi untuk kebutuhan semua petani.

Sejumlah petani mengaku kecewa. Lantaran tak mendapat jatah pupuk yang dibutuhkan. Salahsatu petani, ratemin menuturkan memasuki musim tanam padi ini, pupuk bersubsidi sangat susah didapatkan. Iapun mengaku telah ikut mengantre lama, hingga tiga kali, namun masih saja belum mendapat jatah pupuk yang dibutuhkan.   

Terbatasnya stok pupuk yang ada, membuat tidak semua petani mendapatkannya. Padahal, kebutuhan pupuk bagi petani setempat, jauh hari sebelumnya, telah dilakukan pendataan oleh kelompok tani setempat, namun tetap saja stok pupuk yang ada, jumlahnya sangat sedikit, dan itupun hanya jenis urea dan phonska saja yang sudah tersedia. Sementara untuk jenis lainnya, seperti ZA, SP-36, dan petroganik, masih kosong.

Menghadapi kondisi ini. Para petani hanya dapat pasrah. Mereka berharap pemerintah serius membantu kesulitan petani. Ketersediaan pupuk yang berlimpah, sangat dibutuhkan, agar petani dapat bercocok tanam secara maksimal, sekaligus menghasilkan panen yang melimpah sesuai yang diharapkan.

Diketahui untuk musim tanam padi saat ini. Harga pupuk bersubsidi ditingkat petani, dijual seharga 100 ribu rupiah per karung untuk jenis urea, dan 120 ribu rupiah per karung untuk jenis Phonska dan SP-36. Sedangkan untuk jenis lainya yang menjadi kebutuhan petani seperti petroganik 20 ribu rupiah perkarung, dan ZA 90 ribu rupiah per karung. Adapun penyalurannya, dikoordinir melalui kelompok tani di masing-masing desa, bersama dengan agen dan kios resmi yang ditunjuk. Selain itu, hanya petani yang sudah terdaftar elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok atau E-RDKK, saja yang mendapat jatah pupuk bersubsidi ini.

Sedangkan untuk pupuk non subsidi yang dijual bebas dipasaran. Harga semua jenis pupuk tersebut, mencapai dua hingga tiga kali lipat lebih mahal dari harga pupuk bersubsidi yang dijual resmi, salahsatunya adalah pupuk non subsidi jenis urea yang menembus 200 ribu rupiah perkarung, dan SP-36 yang mencapai 300 ribu rupiah perkarung.