Iklan

Sketsa Bengawan
Friday, December 25, 2020, 16:08 WIB
Last Updated 2020-12-25T09:20:36Z
BojonegoroViewer

Meresahkan, Warga Ramai-Ramai Gropyokan Tikus Di Sawah

Reporter: Samsul Alim

BOJONEGORO - Sebagai upaya menekan hama tikus yang merusak tanaman para petani, warga di desa tumbrasanom, kecamatan kedungadem kabupaten bojonegoro, ramai-ramai melakukan gropyokan tikus yang saat ini di anggap meresahkan.

Dengan membawa peralatan tradisional, seperti cangkul, arit dan sebatang kayu untuk memburu para tikus yang keluar dari tempat persembunyiannya. Warga nampak dengan semangat berlarian mengejar tikus saat keluar dari lubang tempat tikus bersembunyi, pasalnya tikus ini menjadi hama yang merusak tanaman para petani setempat.

Kepala desa tumbrasanom, juminto mengatakan, saat ini keberadaan hama tikus ini sangat menggangu dan merugikan para petani. Bahkan, akibat serangan hama tikus ini, para petani beberapa kali menderita kerugian. Oleh karena itu, pemerintah desa tumbrasanom menggelar kegiatan gropyokan tikus dengan memberikan hadiah kepada para petani yang dapat memburu hama tikus tersebut.

Para petani yang berhasil memburu tikus akan dihadiahi seribu rupiah per ekornya. Gropyokan tikus ini, akan dilakukan selama satu minggu, dan petani yang mendapatkan hasil buruan tikus terbanyak akan mendapatkan bonus sebesar 1 juta rupiah. Dari upaya gropyokan tikus ini, diharapkan dapat meminimalisir hama tikus yang ada, sehingga hasil panen kembali melimpah.

Sementara itu, ketua kelompok tani desa tumbrasanom, budi hantoyo mengungkapkan dirinya sangat mengapresiasi upaya gropyokan tikus ini. Pasalnya, pemberian obat maupun memasang pagar plastik, dinilai sudah tidak efektif lagi, lantaran tikus tetap menyerang dan merusak tanaman para petani.

Seperti diketahui pemasangan jebakan tikus menggunakan aliran listrik sangat dilarang, karena dampak yang ditimbulkan sangat membahayakan. Terlebih di kabupaten bojonegoro cukup banyak jebakan tikus yang memakan korban jiwa, hingga saat ini pihak kepolisian dan pemerintah setempat terus gencar melakukan razia jebakan tikus yang menggunakan aliran listrik.