Iklan

Redaksi JTV Bojonegoro
Friday, January 15, 2021, 15:12 WIB
Last Updated 2021-01-15T08:56:15Z
LamonganViewer

Ratusan Warga Terdampak Banjir Demo Kantor Kecamatan

Reporter: Zulkifli Zakaria

LAMONGAN - Ratusan warga terdampak banjir luapan sungai bengawan jero, anak sungai bengawan solo di kecamatan turi, lamongan, menggelar demo di kantor kecamatan setempat, kamis siang. Mereka datang dengan berjalan kaki dan mengendarai sepeda motor sambil membawa spanduk berisi tuntutan.

Warga juga secara bergantian berorasi menyampaikan tuntutan mereka. Banjir yang menjadi permasalahan klasik setiap tahun bagi warga turi, khususnya sekitar bantaran bengawan jero, menjadi fokus utama demo.

Para pendemo meminta agar pihak terkait segera melakukan normalisasi bengawan yang jarang sekali di laksanakan pemerintah daerah dan tidak ada pembersihan enceng gondok yang tumbuh subur setiap musim hujan. Hal ini harus dilakukan, agar saat banjir warga tetap bisa beraktifitas menggunakan perahu.

Selain itu, warga juga meminta pengiptimalam pompa pembuangan air dan pembuatan pos pantau pengendalian bengawan jero, agar selalu siaga antisipasi banjir secara dini. Serta peninggian jalan poros kecamatan dan poros desa.

Usai warga menyampaikan aspirasi, pejabat kecamatan turi menjanjikan akan memenuhi tuntutan peserta aksi. Meski demikian, warga meminta masuk kantor kecamatan agar bisa berdialog di dalam.

Namun, ditengah aksi diwarnai kericuhan antar perwakilan 5 desa yakni, kemlagi lor, kemlagi gede, putat kumpul, kepundi bener, dan pomahan janggan. Lantaran satu dari lima kades yang hadir diprotes warga peserta aksi dari desa lain. Meski demikian, kericuhan bisa diredam setelah pihak kepolisian melerai dan menenangkan sejumlah warga yang bersitegang.