Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Jumat, 08 Januari 2021, 15:29 WIB
Last Updated 2021-01-08T09:10:12Z
Pojok PituViewer

Warga Nganjuk Gelar Tradisi Wiwit Tebang Kayu Jati

Reporter: Achmad Syarwani

NGANJUK - Puluhan warga desa tengah hutan di desa bendoasri, kecamatan rejoso, kabupaten nganjuk, bersama petugas perhutani kesatuan pemangku hutan nganjuk, menggelar tradisi wiwit tebang jati. Tradisi yang lambat laun mulai ditinggalkan ini, digelar ditengah hutan dibawah pohon jati yang akan di tebang.

Tradisi dimulai dengan arak arakan nasi yang dilengkapi dengan lauk pauk, berupa daging ayam utuh, dan buah buahan. Yang diarak menuju lokasi penebangan kayu jati yang berada ditengah hutan.

Sesepuh desa melakukan ritual dengan membacakan doa doa menggunakan bahasa jawa, lalu kemudian makanan disantap bermai ramai.

Menurut yono sespuh desa, ia dan warga serta pihak perhutani nganjuk melakukan tradisi selamatan wiwit tebangan ini untuk mencari keselamatan selama melakukan penebangan.

Acara ini sudah menjadi tradisi tiap ada tebangan kayu jati, dan tradisi ini sudah mulai ditinggalkan di sejumlah daerah. Sehingga warga merasa tradisi ini harus terus dilestarikan.

Sementara menurut wahyu dwi hatmojo administratur perhutani kph nganjuk. Tahun ini, kph nganjuk ditarget sebanyak 12 ribu kubik tebangan jati. Sedangkan saat ini, perhutani nganjuk melakukan tebangan di petak 90 A RPH jeruk bkph tritik sebanyak 1500 pohon jati  atau 780 kubik.

Dalam tebangan ini, pihak perhutani melakukan pendekatan ke masyrakata sekitar hutan, dengan mengikuti kearifan lokal. Dari semua hasil tebangan akan di bawa ke TPK.