Iklan

Sketsa Bengawan
Friday, April 30, 2021, 15:17 WIB
Last Updated 2021-04-30T08:33:04Z
TubanViewerViral

Melihat Keunikan Masjid Satu Tiang Di Tuban


TUBAN - Inilah masjid an-nur nurul miftahussofyan, di dusun gomang, desa lajulor, kecamatan singgahan, kabupaten tuban. Masjid yang terletak diatas bukit ini terbilang unik, jika dibanding dengan masjid pada umumnya.
 
Pasalnya, masjid yang dibangun pada tahun 1994, dilingkungan pondok pesantren yayasan wali songo ini, hanya bertumpu pada satu tiang kayu jati besar. Tiang tersebut memiliki tinggi 27 meter dan berdiameter 85 centimeter.
 
Atas atap masjid juga tidak menggunakan kubah almunium seperti pada masjid pada umumnya. Namun, kubahnya dihiasi dengan akar pohon jati. Setiap detail bangunan masjid berarsitektur istimewa ini, mempunyai makna tersendiri.
 
Menurut pengasuh pondok pesantren setempat, kayu jati setinggi 27 meter tersebut sebagai simbol nabi muhammad ketika isro’ dan mi’roj pada 27 bulan rajab.
 
Bentuk bangunan masjid ini memiliki lima pintu utama, kelima pintu masjid tersebut sebagai simbol bahwa nabi muhammad menerima kewajiban ibadah sholat sehari semalam sebanyak lima kali.
 
Jika bangunan dilihat dari depan akan tampak tiangnya sebanyak empat buah, dan dilihat dari belakang juga bertiang empat. Sehingga dengan tiang utama sebagai penyangga jumlahnya ada sembilan tiang. Jumlah tersebut menggambarkan bahwa agama islam masuk ke indonesia melalui wali sembilan.

Kh. Abraham naja, pengasuh pondok wali sembilan sekaligus putra ke tiga pendiri masjid satu tiang, mengungkapkan, awal mula proses pembangunan masjid ini terbilang diluar nalar manusia. Apalagi kayu 27 meter untuk masuk ke dusun gomang sangat sulit. Sebab, medannya yang berbelok belok dan naik turun. Terlebih lagi dalam mendirikan tiang utamanya sangat susah, karena tidak menggunakan bantuan alat berat, hanya menggunakan bambu.
 
Namun, berkat kekuatan allah, tiang utama tersebut bisa berdiri tegak.dan dapat dimanfaatkan untuk syiar agama islam hingga sekarang ini.
 
Hingga kini, masjid yang berada di lingkungan ponpes wali songo ini, masih dikenal keunikannya. Masjid ini makmur karena menjadi tempat ibadah dan dakwah, bagi para santri ponpes dan masyarakat sekitar. Selain untuk beribadah para santri. Masjid ini juga rutin digunakan para santri dan penduduk sekitar pondok, untuk mengaji dan menjalankan sholat lima waktu.