Iklan

Sketsa Bengawan
Thursday, June 10, 2021, 14:43 WIB
Last Updated 2021-06-10T07:43:41Z
BojonegoroViewerViral

Awal Kemarau, Ratusan Hektar Padi Di Bojonegoro Gagal Panen


BOJONEGORO - Musim kemarau yang datang lebih awal, membuat para petani di wilayah kecamatan kepohbaru, kabupaten bojonegoro, meradang. Ratusan hektar padi yang mereka tanam, mati mengering karena tak mendapatkan pasokan air sejak satu setengah bulan yang lalu.

Kondisi ini, menimpa para petani di desa cengkir, kepoh, pejok, brangkal, dan sidomukti. Padi yang mereka tanam dipastikan mengalami puso karena terlalu lama, tak mendapat pasokan air.

Salahsatu petani di desa brangkal, samsul anam, menuturkan hujan sudah tidak turun sejak satu setengah bulan yang lalu atau saat padi baru memasuki umur 40 hari. Hal ini membuat petani kesulitan, sebab lahan sawah di daerahnya merupakan lahan tadah hujan yang jauh dari sungai maupun waduk.

Dampaknya padi yang terlanjur ditanam, sebagian besar langsung mengering dan puso. Hanya ada sedikit tanaman yang tersisa, dan itupun tak sampai 50 persen dari kondisi normal. Jika lahan seluas 200 meter persegi normalnya mampu menghasilkan rata-rata dua ton gabah, namun, kini turun drastis, tak sampai satu ton, dan itupun dengan kualitas dan harga jual yang rendah.

Harga gabah ditingkat petani, kini hanya berkisar 3.500 rupiah per kilogram, atau jauh lebih rendah dari musim sebelumnya yang mencapai 4.500 rupiah per kilogram.

Akibatnya, para petani setempat, harus menanggung kerugian yang besar. Sebab, seluruh modal yang mereka keluarkan saat masa cocok tanam, hilang dan sama sekali tidak kembali.

Besaran kerugian bervariasi. Tergantung luas lahan yang mereka tanami padi,  yakni rata-rata mencapai, dua hingga lima juta rupiah per petani.  

Kini, para petani setempat, hanya dapat pasrah. Mereka berharap ada upaya dari pemerintah setempat, untuk membantu kesulitan petani. Pembangunan embung ataupun waduk irigasi amat dibutuhkan, agar kedepan petani dapat bercocok tanam secara normal, dan tidak selalu kesulitan air, seperti yang terjadi saat ini.