Iklan

Sketsa Bengawan
Friday, June 25, 2021, 15:56 WIB
Last Updated 2021-06-25T08:56:53Z
BojonegoroViewerViral

Dari Biji Kangkung Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Sekali Panen


BOJONEGORO - Seperti yang dilakukan sejumlah petani di desa banjarsari, kecamatan trucuk, kabupaten bojonegoro. Yang saat ini beralih menanam kangkung untuk dijual bijinya karena hasil penjualannya cukup menjanjikan. Selain itu, tanaman kangkung yang memiliki nama latin (ipomoea aguatica) biaya produksinya lebih murah dan perawatannya jauh lebih mudah jika dibanding dengan menanam padi atau palawija.

Selain diambil bijinya, setelah panen, limbahnya berupa batang dan daun kangkung, masih dapat dijual untuk pakan ternak, sehingga para petani masih memperoleh penghasilan tambahan.

Salah satu petani kangkung, sukat (68) mengatakan bahwa kangkung yang ditanam para petani di desanya jenis kangkung daun lebar. Dari lahan miliknya seluas kurang lebih 1 hektar saat panen dapat menghasilkan biji kangkung kering kurang lebih 1,5 ton. Sementara untuk harga jual saat ini berkisar antara Rp. 18.000 hingga Rp. 19.000 per kilogram, sehingga sekali panen dirinya bisa mendapatkan hasil sekitar Rp. 27 juta.

Kepala desa banjarsari, kecamatan trucuk, fathkul huda. Menjelaskan bahwa tanaman kangkung merupakan tanaman yang sangat toleran atau bisa ditanam di lahan yang kurang produktif dan perawatannya sangat mudah. Selain itu, biaya pemeliharaan tanaman kangkung relatif sedikit jika dibandingkan dengan tanaman padi dan palawija yang lain.

Fathkul huda menjelaskan bahwa tanaman kangung yang ditanam para petani di desanya bukan diambil daunnya untuk sayuran, tetapi diambil bijinya. Selain bijinya, limbah dari batang dan daun kangkung setelah bijinya dipanen, bisa dijual untuk pakan ternak. Dan untuk satu hektare tanaman kangkung biasanya laku dijual dengan harga Rp. 1,5 juta.

Sementara itu, camat trucuk, heru sugiharto menjelaskan bahwa di desa banjarsari, kecamatan trucuk, ada sekitar 100 petani di 3 dusun yang petaninya beralih menanam kangkung, yaitu dusun karang, kalisari, dan dusun kaliketek, dengan luas lahan kurang lebih 70 hektare.

Heru mengungkapkan bahwa pemerintah kecamatan trucuk bersama pemerintah desa banjarsari dan pemkab bojonegoro akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para petani kangkung tersebut.

Untuk diketahui, biji kangkung hasil budidaya para petani di desa banjarsari, kecamatan trucuk, kabupaten bojonegoro, tersebut nantinya di ekspor ke taiwan yang akan dipergunakan sebagai bahan dasar kosmetik.