Iklan

Sketsa Bengawan
Friday, August 20, 2021, 14:28 WIB
Last Updated 2021-08-20T07:28:08Z
BojonegoroViewerViral

2 Rumah Terbakar, 100 Ekor Ayam Dan 60 Karung Gabah Turut Terbakar

BOJONEGORO - Kebakaran hebat yang menimpa dua rumah, masing-masing milik almarhum murlan, dan suhudi, di dusun pading, desa tegalkodo, kecamatan sukosewu, kabupaten bojonegoro, pada kamis malam.

Kebakaran membuat seluruh bangunan rumah, berikut perabotan beserta barang berharga yang ada didalamnya, ludes, nyaris tak tersisa. Termasuk, diantaranya 100 ekor ayam, 60 karung gabah, serta sejumlah barang toko sembako, dan seluruh perabotan yang tidak sempat diselamatkan.

Kebakaran diperkirakan terjadi jam 9 malam. Titik api diketahui warga muncul dari rumah almarhum murlan, dan langsung merambat ke seluruh bagian rumah lainnya. Tak hanya itu, kobaran api yang cepat juga menyambar rumah suhudi yang ada di sampingnya hingga ludes nyaris tak tersisa.

Mengetahui kejadian ini, warga sekitar, sempat berusaha melakukan pemadaman, meski dengan peralatan seadanya. Namun, karena terkendala air yang langka di musim kemarau membuat upaya warga tak membuahkan hasil. Api pun dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan rumah, yang sebagian besar berbahan kayu.

Sementara karena lokasi kebakaran yang jauh di pedesaan. Membuat regu petugas pemadam kebakaran, datang terlambat. Saat petugas datang, kebakaran sudah terlanjur menghanguskan seluruh bangunan dan isinya.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat kejadian penghuni rumah, berhasil keluar dan selamat. Mereka yang masih syok, kini ditampung di rumah kerabat terdekat untuk menenangkan diri.

Meski tak ada korban jiwa. Namun akibat musibah ini, kerugian ditaksir mencapai dua ratus tujuh puluh juta rupiah. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran ini. Dugaan sementara kebakaran dipicu konsleting listrik lampu kandang ayam.

Pasca kejadian, saat ini warga bersama perangkat desa setempat, bersiap gotong royong menertibkan sisa-sisa puing bangunan yang terbakar. Warga juga berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten, untuk membantu pembangunan kembali, rumah korban, yang ludes tak tersisa.