Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 15 September 2021, 14:53 WIB
Last Updated 2021-09-15T07:58:55Z
BojonegoroViewerViral

Tembakau Hasil Panen Di Bojonegoro Rusak Akibat Cuaca Ekstrim


BOJONEGORO - Dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrim melanda wilayah kabupaten bojonegoro. Bahkan, mendung dan  curah hujan tinggi membuat para petani tembakau meradang.

Tembakau yang sudah dalam bentuk rajangan atau proses pengeringan, mendadak rusak dan menghitam, lantaran tak mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Kondisi ini, sebagaimana yang menimpa petani tembakau di desa pohwates, kecamatan kepohbaru, bojonegoro. Hamparan tembakau rajangan yang mereka jemur selama dua hari, tampak rusak dan menghitam.

Kondisi ini membuat para petani setempat merugi. Sebab, tak hanya kualitasnya yang turun, harga jual tembakau juga ikut jatuh, tak sesuai harapan.

Salahsatu petani, ruslan, menuturkan, jika kondisinya normal, tembakau rajangan yang ia jemur, seharusnya memiliki kualitas terbaik. Namun karena cuaca tak mendukung, proses pengeringan jadi terhambat. Bahkan kurangnya sinar matahari, sangat merusak kualitas tembakau.

Tembakau rajangan yang seharusnya berwarna emas saat kering, kini jadi hitam. Iapun harus menanggung kerugian yang besar mencapai jutaan rupiah.

Kerugian terjadi karena harga jual tembakau miliknya anjlok drastis harga normal. Jika normalnya harga tembakau kering rajang ditingkat petani mencapai kisaran 21 ribu rupiah perkilogram. Namun karena tembakau rusak saat pengeringan, maka harga jualnya pun menjadi rendah, hanya berkisar sepuluh ribu rupiah saja tiap kilogramnya.

Atas kondisi ini, petani mengakau hanya dapat pasrah. Mereka berharap cuaca kembali membaik, sehingga kualitas tembakau kembali normal, serta memiliki harga jual yang tinggi dan stabil.