Iklan

Sketsa Bengawan
Saturday, October 30, 2021, 15:52 WIB
Last Updated 2021-10-30T09:01:29Z
TubanViewerViral

PT KML Buka Suara Terkait Polemik Kontainer Masuk Gang



TUBAN - Video detik-detik truk kontainer memasuki sebuah gang sempit di tengah pemukiman warga di desa sobontoro, kecamatan tambakboyo, kabupaten tuban, sempat viral di media sosial pada awal bulan 2021 lalu. Dalam video terlihat jelas kendaraan besar ini terlihat kesulitan, karena lebar jalan desa ukurannya hampir sama dengan lebar kontainer. Sedangkan, kanan kiri jalan yang dilewati kontainer sudah mepet dengan bangunan rumah warga.

Kontainer ini, lewat gang sempit untuk bongkar muatan di pabrik ikan yang ada di ujung gang. Terkait polemik ini, PT kelola mina laut (KML) pabrik tuban, akhirnya buka suara. Hal tersebut diungkapkan heri subagyo, kuasa hukum pt kml saat ditemui di cafe di kawasan masjid alfalah, kecamatan tuban kota, pada jumat sore.

Menurutnya, PT KML telah mengajukan ijin andalalin pada 28 april 2021 silam. Per tanggal 20 oktober 2021 kemarin, ijin andalalin telah diterbitkan oleh balai pengelolaan trasnportasi darat wilayah 11 propinsi jawa timur. Selanjutnya, pihak PT KML akan memasang rambu jalan, lampu penenrangan jalan dan CCTV di sekitar lokasi lewatnya kontainer.
 
Sementara itu, berdasarkan hasil musyawarah desa 2 minggu lalu, pihak desa sobontoro telah mengijinkan PT KML untuk menggunakan gang sempit sebagai jalan keluar masuk kontainer. Terkait hal ini, PT KML akan mengajukan dispensasi khusus kepada dishub tuban, karena ruas jalan sepanjang 30 meter itu meruapakan wilayah dari dishub tuban.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah rumah warga di desa sobontoro, kecamatan tambakboyo, tuban, mengalami kerusakan dan retak, akibat lalu lalang truk kontainer sebuah pabrik ikan yang melewati gang sempit. Tak hanya merusak bangunan rumah, bau limbah yang dimuat juga membuat warga kerap mengalami mual, pusing, dan bahkan muntah-muntah.

Lalu lalang truk kontainer seperti ini berlangsung setidaknya empat kali seminggu. Kendaraan berat keluar masuk untuk mengangkut barang dari pabrik pengolahan ikan yang beroperasi di ujung gang. Karena tidak ada titik temu, sejumlah warga akhirnya melaporkan kejadian ini di pengadilan negeri tuban.