Iklan

Sketsa Bengawan
Tuesday, November 16, 2021, 15:54 WIB
Last Updated 2021-11-16T09:16:48Z
BojonegoroViewerViral

Kerajinan Tas Anyaman Berbahan Plastik Beromzet Jutaan Rupiah



BOJONEGORO - Memanfaatkan salahsatu kamar rumahnya yang sempit di jalan bridgen sutoyo, desa sukorejo, kecamatan kota bojonegoro. Sri utami, ibu muda yang awalnya hanya menjalani aktifitas sehari-hari sebagai ibu tangga biasa. Kini, makin sibuk dengan banyaknya pesanan tas anyaman berbahan baku plastik, yang datang dari pelanggan di berbagai daerah.

Sri utami mengaku baru memulai usahanya ini, sejak setahun lalu. Saat itu, ia tertarik belajar mengayam dari seorang temannya, dengan maksud mengisi waktu luang, sekaligus mengusir kejenuhan selama dirumah, karena adanya pemberlakukan ppkm di masa pandemi covid-19.

Berkat keuletan dan ketekunan. Siapa sangka, hasil anyaman tas kreasinya tersebut, ternyata cukup diminati pasar. Aneka tas cantik yang ia posting di media sosial, bahkan banyak ditawar dan dipesan para netizen.

Pesanan tak hanya datang dari sekitar bojonegoro, namun juga dari berbagai kota, mulai dari gresik, bandung, hingga jakarta.

Kini, usahanya pun terus berkembang. Dari awalnya hanya bermodal 200 ribu rupiah untuk membeli bahan baku potongan plastik. Kini telah menembus omzet hingga mencapai rata-rata 15 juta rupiah tiap bulannya.

Adapun harga yang ditawarkan untuk tas cantik kreasinya ini. Sri utami mengaku hanya disesuaikan dengan kualitas bahan baku, motif, serta tingkat kesulitan dalam perakitannya.

Untuk harga terendah dengan motif biasa, dijual seharga 10 ribu rupiah per biji, dan mencapai harga 125 ribu rupiah per biji untuk tas kualitas terbaik, dengan pola dan motif sesuai pesanan.

Selanjutnya, sri utami berharap usahanya ini terus berkembang. Selain dapat memotivasi ibu-ibu lainnya untuk tetap berkreasi dan berusaha lebih maju. Ia juga berharap usaha tas anyaman yang ia rintis ini, dapat memberdayakan masyarakat sekitar. Sekaligus menjadi solusi usaha yang menjanjikan, ditengah ekonomi sulit akibat dampak pandemi covid-19.