Iklan

Sketsa Bengawan
Kamis, 27 Januari 2022, 15:45 WIB
Last Updated 2022-01-27T08:50:56Z
TubanViewerViral

Warga Dan Kades Kampung Miliarder Tuban Bantah Jadi Miskin



TUBAN - Seperti inilah suasana kampung miliarder yang ada di desa sumurgeneng, kecamatan jenu, kabupaten tuban. Awal tahun 2021 lalu, warga setempat mendadak kaya raya setelah mendapatkan ganti untung dari pembebasan lahan yang dilakukan untuk pembangunan kilang minyak pertamina rosneft.
 
Pada kamis siang, terlihat sejumlah rumah warga direnovasi dan rumah lainnya dibangun mewah bak istana. Mobil juga terparkir di garasi depan rumah setempat. Namun, sejak viralnya kampung miliarder di media sosial, warga setempat tertutup dengan orang luar. Pasalnya, warga dari luar daerah berdatangan ke kampung setempat untuk meminta sumbangan hingga menawarkan berbagai jasa dan produk.
 
Pekan ini, kampung miliarder kembali viral setelah salah satu warga ring 1 pertamina rosneft setempat mengaku menyesal menjual lahannya kepada pertamina dan sekarang kesulitan mencari pekerjaan.
 
Pemberitaan tersebut dibantah oleh warga setempat. Pasalnya, kondisi perekonomian warga yang mayoritas petani ini cukup stabil. Mereka juga menolak kini disebut miskin, pasalnya uang hasil pembebasan lahan, mereka gunakan kembali untuk membeli tanah dengan luasan lebih luas, didepositokan di bank, dipergunakan berangkat haji dan umroh, baru sisanya mereka gunakan untuk membangun rumah hingga mobil.
 
Salah satunya seperti diungkapkan oleh yuatin. Tahun lalu, ia menerima ganti untung sebesar 2.5 miliar rupiah dari hasil penjualan lahan seluas setengah hektar kepada pertamina. Uang tersebut kemudian dibelikan lahan pertanian kembali dan sisanya ditabung serta dipakai digunakan untuk keperluan lain. Selain itu, saat ini suaminya juga bekerja di pertamina meskipun sebagai tenaga non skil.
 
Menurut kepala desa sumurgeneng, gihanto, warga desa setempat mendapatkan ganti untung dari pihak pt pertamina dari terkecil 800 juta rupiah dan terbesar 25 miliar rupiah. Di desa setempat sedikitnya ada seluas 225 hektare lahan yang dibebaskan untuk keperluan pembangunan kilang minyak pertamina rosneft.
 
Sementara terkait pemberitaan yang viral, kepala desa setempat membantahnya. Pasalnya, kondisi perekonomian warganya saat ini stabil.