Iklan

Redaksi JTV
Friday, February 11, 2022, 16:31 WIB
Last Updated 2022-02-11T09:32:57Z
TubanViewer

Gara-Gara Bangkai Ayam, Keponakan di Tuban Tega Bunuh Paman


TUBAN - Warga dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Pada Jumat pagi digegerkan dengan tewasnya Tani, 65 tahun, warga desa setempat. Tani tewas usai dibacok keponakan sendiri bernama Hartono, 45 tahun. 

Awalnya, perseteruan korban dan pelaku terjadi di kebun jagung belakang rumah keduanya. saat itu, korban membuang bangkai ayam jago miliknya yang sudah membusuk di ladang milik pelaku. 

Tak terima, pelaku melempar kembali bangkai ayam tersebut ke ladang korban, hingga akhirnya terjadi cek cok. Pelaku yang geram, langsung membacok Tani secara bertubi-tubi menggunakan sebilah sabit. Akibatnya, korban terkapar tak berdaya lantaran mengalami luka disejumlah bagian tubuh, mulai dari kepala hingga perut. Korban tewas bersimbah darah di ladang jagung belakang rumahnya. 

Warga sempat berusaha menolong korban. Namun, saat sudah diangkat dan dibawa masuk ke rumahnya korban sudah meninggal dunia. Mendapati laporan ini, petugas langsung datang ke lokasi kejadian. sementara pelaku langsung menyerahkan diri. 

“Pelaku saat ini sudah kami amankan, pelaku masih familiy dengan korban. sebenernya masalah sepele, tapi karena sepontanitas pelaku membunuh korban. Korban ayamnya mati, dibuang di lahan tersangka. Karena emosi tadi akhirnya sepontanitas, akhirnya terjadi pembunuhan ini.“ Jelas AKP Ciput Abidin, Kapolsek Merakurak, Tuban. 

Petugas selanjutnya mengevakuasi jasad korban ke RSUD Dokter R Koesma Tuban untuk dilakukan otopsi. Selain itu, petugas juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. 

Sementara itu, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di mapolsek merakurak tuban. dihadapan petugas, pelaku mengaku nekat menghabisi pamannya sendiri lantaran jengkel. 

“Saya dilempar bangkai ayam sama paklek saya, tapi saya diem aja. Mungkin dikira paklek saya itu, yg racun ayamnya saya. Terus saya lempar lagi bangkai ayamnya. Terus dilempar lagi ke saya sambil bilang "ke angger wani aku layok geger geden". Terus saya lempar ayamnya lagi sambil saya bacok itu.” Jelas Hartono.