Iklan

Sketsa Bengawan
Wednesday, June 1, 2022, 14:50 WIB
Last Updated 2022-06-01T07:50:25Z
BojonegoroViewerViral

279 Sapi Di Bojonegoro Terjangkit Penyakit Mulut Dan Kuku


BOJONEGORO - Sejak kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK pertama kali ditemukan di kabupaten Bojonegoro pada tanggal 14 mei 2022 lalu, jumlah hewan ternak sapi di Bojonegoro yang terjangkit PMK per tanggal 30 mei 2022, sebanyak 279 ekor sapi.

Dari 279 ekor sapi yang terpapar PMK, tersebar di 24 kecamatan, dan 92 desa yang ada di kabupaten Bojonegoro, dan 1 ekor sapi dilaporkan meninggal dunia, yakni sapi warga di wilayah desa katur kecamatan gayam.

Jumlah sapi yang terjangkit PMK paling banyak terjadi di kecamatan gayam, yakni sejumlah 48 ekor sapi. Kepala dinas peternakan dan perikanan kabupaten Bojonegoro, catur rahayu menyampaikan. Sejak kasus PMK pertama kali ditemukan pada tanggal 14 mei lalu, dan hewan ternak sapi  terkonfirmasi positif terjangkit PMK.

Dari semula terdeteksi 2 kasus, lalu kemudian berkembang hingga menjadi 279 kasus. Langkah-langkah yang dilakukan dinas peternakan dan perikanan Bojonegoro, sebelum ada kasus PMK terjadi di Bojonegoro, yakni pihaknya sudah menyampaikan baik kepada petugas, polres, kodim, kecamatan, opd terkait serta masyarakat, tetang kewaspadaan dini PMK.

Selain itu, sebelum ada hewan ternak yang terjangkit PMK, pihak dinas peternakan dan perikanan sudah melakukan pengecekan bersama pihak polsek, serta petugas mantri hewan di kecamatan, untuk memeriksa sapi warga. Serta melakukan pengawasan, penyemprotan disinfektan di pasar hewan di Bojonegoro, dan melarang hwan ternak di kabupaten yang terjangkit PMK, masuk ke Bojonegoro.

Untuk saat ini, sudah dilakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, dan isolasi di kandang ternak masing masing, dari hewan yang sakit dengan yang sehat. Serta dilakukan penyebrotan disinfektan di kandang ternak yang sakit, baik dari petugas kepolisian maupun dari petugas mantri hewan.

Hingga saat ini, pihak dinas peternakan dan perikanan Bojonegoro, terus melakukan koordinasi dengan polres, kodim, serta pihak kecamatan terkait perkembangan PMK, supaya wabah PMK tidak terus menyebar, dan menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik.

Selain itu, untuk pasar hewan di Bojonegoro di tutup sementara dalam jangka waktu 14 hari kedepan, guna mengantisipasi penyebaran PMK.