Iklan

Sketsa Bengawan
Tuesday, September 20, 2022, 14:39 WIB
Last Updated 2022-09-22T04:26:26Z
BojonegoroViewerViral

Pasca Kenaikan BBM, Harga Bahan Pokok di Bojonegoro Justru Turun Drastis


BOJONEGORO - Tiga pekan pasca kenaikan harga BBM, harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah Pasar Tradisional di Kabupaten Bojonegoro, justru mengalami penurunan drastis antara lima ribu hingga 30 ribu rupiah per kilogram. Kondisi tersebut salah satunya seperti yang terpantau di Pasar Tradisional Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (20/09/2022) pagi.

Pantauan JTV di lokasi, komoditas bahan pokok seperti aneka jenis cabe, bawang merah, bawang putih, dan tomat, terus mengalami penurunan harga, terutama sejak sepekan terakhir. Harga cabe rawit yang sebelumnya masih dikisaran 80 ribu rupiah perkilogram, saat ini turun drastis menjadi 70 ribu rupiah perkilogram.

Sementara cabe merah besar dan keriting yang sebelumnya menembus 60 ribu rupiah per kilogram, kini tinggal berkisar 30 ribu rupiah saja tiap kilogramnya. Sedangkan cabe biasa atau rawit hijau yang awalnya mencapai 55 ribu rupiah pekilogram, kini berada dikisaran 40 ribu rupiah tiap kilogramnya.

Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada bawang merah yang turun sebesar 5 ribu rupiah, menjadi 35 ribu rupiah per kilogram untuk kualitas super dan 30 ribu rupiah perkilogram untuk kualitas biasa. Sedangkan harga bawang putih dan tomat, turun rata-rata lima ribu rupiah, yakni bawang putih dikisaran 20 ribu rupiah perkilogram, dan tomat dijual tiga ribu rupiah per kilogram.

Anita, salah satu pedagang di pasar setempat menuturkan, penurunan harga bahan pokok tersebut terjadi secara bertahap dan sudah dirasakan sejak tiga pekan yang lalu. Ia menduga, anjloknya harga beberapa komoditas ini lebih dikarenakan melimpahnya stok barang dipasaran.

“Melimpahnya stok dan menurunnya daya beli masyarakat pasca kenaikan harga BBM, justru membuat harga-harga menjadi turun,” ungkapnya kepada JTV.

Para pedagang berharap, penurunan harga beberapa bahan pokok ini akan diikuti komoditas lainnya. Sehingga suasana pasar kembali ramai, sekaligus berdampak pada omzet pendapatan pedagang yang kembali meningkat.

“Ya semoga penurunan harga ini juga diikuti komoditas pokok lainnya, sehingga pasar kembali ramai dan omzet pedagang kembali normal,” tutup Anita. (lim/rok)

Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News