Iklan

Redaksi JTV
Sunday, October 30, 2022, 00:21 WIB
Last Updated 2022-10-29T17:21:40Z
BojonegoroTeknologiViewerViral

Modifikasi Teknologi Traktor, Petani Asal Bojonegoro Raih Penghargaan Krenotek Tani

 
Rasmidi menerima penghargaan Kreasi Inovasi Teknologi Pertanian (Krenotek Tani) dalam acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-42 2022 Provinsi Jawa Timur di JX International Convention Exhibition Surabaya, Rabu (19/10/2022).
BOJONEGORO – Seorang petani asal Dusun Dukoh, Desa Talok, Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro berhasil menyabet juara I dari 5 inovator terbaik se-Jawa Timur, dalam acara Anugerahan Kreasi Inovasi Teknologi Pertanian (Krenotek Tani). Penghargaan tersebut diberikan saat acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-42 tahun 2022 Provinsi Jawa Timur di JX International Convention Exhibition Surabaya, Rabu (19/10/2022) lalu.

Petani tersebut adalah Rasmidi. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Apresiasi ini diberikan setelah Rasmidi membuat inovasi TRAC-MOD Serasa Roda 4. 

Teknologi pertanian ini diawali rasa capek saat mengoperasionalkan traktor dorong roda dua. Rasmidi kemudian berinisiatif membuat cara agar traktor tidak terlalu berat, dan petani tidak berjalan kaki. Sejak tahun 1999, Rasmidi terus mencoba mengutak-atik traktor roda dua untuk mendapat kemudahan dalam pengoperasiannya.

Setelah diskusi serta pengalaman dari berbagai pihak, maka diperoleh hasil traktor modifikasi traktor. Beberapa keuntungan dan manfaat inovasi TRAC-MOD Serasa Roda 4, di antaranya mengolah lahan sampai siap tanam seluas 2,5 hektar membutuhkan BBM 15 liter dengan lama operasi 10 jam.

Sedang dengan traktor roda dua, untuk mengolah lahan sampai siap tanam seluas 1,0 hektar membutuhkan BBM 15 liter lamanya 10 jam. Artinya, inovasi Rasmidi ini lebih efisien dalam biaya, waktu, dan tenaga.

Inovasi TRAC-MOD Serasa Roda 4 tersebut, saat ini terus dimanfaatkan di desanya. Kreasi inovasi teknologi ini sudah dipesan dan dipakai oleh banyak petani di desa atau luar Desa Talok, bahkan di luar Kecamatan Kalitidu.

Rasmidi berencana kedepan akan berinovasi dengan modifikasi alat tanam jagung dengan mengganti bagian luku dengan alat 'Taju Bibit' dan 'Taju Pupuk Kandang'. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, Helmi Elizabeth saat dikonfirmasi Sabtu (29/10/2022) mengungkapkan terima kasih kepada Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah atas support dan komitmennya di sektor pertanian dan apresiasi untuk kinerja seluruh PPL yang telah mendampingi petani. 

Sehingga dalam event ini bisa meraih beberapa prestasi serta apresiasi atas semangat petani, poktan, gapoktan, pelaku usaha pertanian. Semua terus berupaya untuk menjadikan sektor pertanian lebih maju, mandiri dan modern. 

“Kedepan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama OPD terkait akan memfasilitasi kreasi teknologi yang diciptakan oleh Rasmidi agar memperoleh perizinan dan Hak Kekayaan Intelektual atau HaKI,” terangnya. (*/red)