Iklan

Sketsa Bengawan
Sabtu, 03 Desember 2022, 14:32 WIB
Last Updated 2022-12-03T07:32:06Z
BojonegoroViewerViral

Panen Raya, Harga Belimbing di Bojonegoro Anjlok 50 Persen


BOJONEGORO - Harga jual belimbing di Kabupaten Bojonegoro anjlok hingga 50 persen pada panen raya musim ini. Kondisi tersebut salah satunya dirasakan para petani belimbing di Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (03/12/2022) pagi.

Anjloknya harga tersebut terjadi sejak sepekan terakhir, saat memasuki musim panen. Harga belimbing kualitas super yang sebelumnya dijual di kisaran harga 7 ribu rupiah per kilogramnya, kini hanya laku antara 3 ribu hingga 4 ribu rupiah per kilogramnya.

Sementara belimbing kualitas standart,yang sebelumnya laku 4 ribu rupiah perkilogram, kini hanya laku dijual 2 ribu rupiah per kilogramnya.

Para petani menduga, penyebab anjloknya harga belimbing disebabkan minimnya permintaan dari para konsumen.Kondisi ini membuat hasil panen belimbing sulit dipasarkan.

“Ini sudah seminggu harga jual belimbing anjlok. Kemungkinan karena nggak ada pesanan pesanan mas, sedangkan jumlah belimbing yang dipanen melimpah,” ungkap Gaguk, petani belimbing setempat kepada JTV.

Merosotnya harga jual belimbing membuat para petani setempat tidak mampu menutupi biaya operasional dan perawatan. Bahkan, untuk mengantisipasi buah belimbing membusuk lantaran tidak bisa terjual, serta kerugian yang sangat besar.

Para petani terpaksa memutar otak untuk menjual buah belimbing hingga keluar Kabupaten Bojonegoro, Seperti Lamongan, Rembang, bahkan Surabaya. “Daripada rugi dan busuk, kami jual ke luar kota,” imbuh Gaguk.

Atas kondisi ini, para petani terpaksa harus merugi. Meski demikian, mereka hanya bisa pasrah dan berharap harga jual belimbing bisa kembali normal. (edo/rok)