Iklan Beranda

Redaksi JTV
Kamis, 09 November 2023, 16:05 WIB
Last Updated 2023-11-09T09:59:45Z
BojonegoroViewerViral

Dampak Kemarau Panjang, Harga Cabai di Bojonegoro Tembus Rp80.000 Per Kilogram

 
BOJONEGORO - Harga cabe di sejumlah Pasar Tradisional Kabupaten Bojonegoro, terus melambung tinggi. Kenaikan harga terjadi beberapa kali sejak sepekan terakhir, hingga menembus 80 ribu rupiah per kilogram. 

Kondisi tersebut salah satunya seperti terpantau di Pasar Tradisional Bojonegoro, Kamis (09/11/2023). Kenaikan harga terjadi beberapa kali sejak empat hari ini, terutama cabe rawit merah yang naik dari kisaran harga 55 ribu rupiah per kilogram, kini sudah menembus harga 80 ribu rupiah per kilogramnya.

Sementara untuk cabe merah besar dan keriting naik dari 55 ribu rupiah per kilogram menjadi 70 ribu rupiah tiap kilogramnya. Adapun untuk cabe rawit hijau, saat ini berada dikisaran 65 ribu rupiah perkilogram atau naik dari harga sebelumnya, yang hanya dikisaran 50 ribu rupiah per kilogram.

“Sudah seminggu ini naik mas. Paling mahal cabe rawit merah 80 ribu sekilonya. Sebelumnya hanya 55 ribu sekilo,” jelas Sumiati, salah satu pedagang.

Lanjutnya, naiknya harga cabe yang cukup signifikan ini diduga akibat menipisnya stok cabe di pasaran menyusul dampak kemarau panjang. Kondisi ini membuat pasokan yang datang dari petani di daerah penghasil menjadi turun dan terhambat. 

“Banyak petani yang gagal gagal panen, karena mengalami kekeringan. Makanya stoknya sedikit,” imbuh Sumiati.

Mahalnya harga cabe ini, cukup berdampak bagi pedagang. Mereka mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan, hingga mencapai 50 persen dibanding hari biasa, dikarenakan pembeli makin sepi.

Selain cabe. Komoditas lainnya juga ikut naik. Seperti bawang merah yang berada dikisaran harga 20 ribu rupiah per kilogram. Yang sebelumnya hanya 15 ribu rupiah per kilogram. (lim/rok)