Iklan Beranda

Minggu, 08 Maret 2026, 16:00 WIB
Last Updated 2026-03-09T09:00:49Z
TubanViewerViral

Perajin Songkok di Tuban Kebanjiran Pesanan Saat Ramadhan


TUBAN – Suasana sibuk terlihat di sebuah rumah sederhana di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Di tempat inilah Manaf Abdi (67) menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan pesanan songkok yang terus berdatangan selama bulan Ramadhan.

Sejak awal Ramadhan, pesanan songkok buatan Manaf mengalir dari berbagai wilayah di Tuban, bahkan hingga luar daerah. Kondisi ini membuat pria lanjut usia tersebut harus berpacu dengan waktu agar seluruh pesanan dapat diselesaikan tepat waktu.

Dalam menjalankan usahanya, Manaf tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh sang istri, Rasulinda. Bersama-sama, pasangan ini mampu memproduksi sekitar 30 hingga 40 songkok tradisional setiap hari.

Keahlian Manaf dalam menjahit tidak diragukan lagi. Ia telah menekuni keterampilan tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Dengan tangan terampil, ia mampu menggerakkan mesin jahit dengan cepat dan presisi. Bahkan, satu buah songkok hitam polos dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit.

“Alhamdulillah kalau Ramadan pesanan biasanya meningkat. Dalam sehari bisa membuat puluhan songkok untuk memenuhi permintaan pelanggan,” ujar Manaf.

Produk yang dihasilkan pun cukup beragam, mulai dari songkok bludru hitam, songkok full AC, hingga songkok batik khas Tuban. Namun tahun ini, songkok batik dengan sentuhan motif karakter menjadi produk yang paling banyak diminati. Perpaduan kain bludru halus dengan motif batik memberikan kesan eksklusif, namun tetap mempertahankan nuansa tradisional.

Meski hanya dijalankan sebagai usaha rumahan, Manaf tetap menjaga kualitas setiap produk yang dibuatnya. Setiap jahitan diperiksa dengan teliti sebelum memasuki tahap pengemasan.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp75 ribu, tergantung jenis bahan dan model songkok yang dipilih.

“Kami berusaha menjaga kualitas supaya pelanggan puas. Yang penting jahitannya rapi dan nyaman dipakai,” tambahnya.

Kualitas yang baik dengan harga terjangkau membuat produk songkok buatan Manaf diminati banyak pelanggan. Bahkan, tidak sedikit yang menilai hasil karyanya mampu bersaing dengan produk pabrikan.

Selain membuat songkok, Manaf yang menekuni usaha ini sejak 2017 juga memproduksi udeng khas Tuban. Ketekunannya dalam menjaga tradisi kerajinan lokal kini mulai membuahkan hasil. Pada bulan Ramadan, pesanan meningkat signifikan dan membawa berkah tersendiri bagi usaha rumahan yang ia jalankan bersama sang istri. (dzik/im)