BOJONEGORO - Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro yang akan diberangkatkan pada musim haji 2026 mengalami perubahan. Dari semula sebanyak 1.743 orang, kini menjadi 1.741 jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bojonegoro, M. Abdulloh Hafidz, menjelaskan pengurangan tersebut terjadi karena dua calon jemaah memutuskan menunda keberangkatan.
Penundaan dilakukan setelah pasangan masing-masing jemaah meninggal dunia, sehingga keduanya memilih menunda ibadah haji tahun ini.
Meski demikian, proses pemberangkatan jemaah lainnya tetap berjalan sesuai jadwal. Ribuan jemaah asal Bojonegoro akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 37 hingga kloter 41.
Keberangkatan dijadwalkan dimulai pada Jumat, 1 Mei 2026, sejak dini hari hingga siang hari.
Seluruh jemaah akan diberangkatkan dari Pendopo Malowopati menuju Embarkasi Juanda sebelum bertolak ke Tanah Suci Mekkah.
“Kami mengimbau seluruh calon jemaah untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar,” ujar M. Abdulloh Hafidz.
Pihak kementerian juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental bagi seluruh jemaah, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima. (edo/im)

