TUBAN - Rekaman video amatir yang viral di media sosial mengungkap kasus kekerasan terhadap sejumlah siswa SMP di Kabupaten Tuban. Dari hasil penelusuran, sedikitnya tiga siswa kelas VII diduga menjadi korban perundungan oleh kelompok pelaku yang sama.
Peristiwa bermula saat para korban dipanggil secara paksa oleh enam pelaku yang mayoritas merupakan siswa kelas IX. Setibanya di lokasi, korban dipaksa untuk saling berkelahi dengan sesama teman sebagai tontonan.
Namun karena korban menolak, para pelaku justru tersulut emosi dan melakukan pengeroyokan secara bersama-sama. Korban yang dikenal pendiam tidak melakukan perlawanan dan mengalami luka serius di bagian kepala serta pundak.
Akibat kekerasan tersebut, korban sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Tak berhenti di situ, para pelaku juga diduga mengancam korban agar tidak mengungkap kejadian sebenarnya. Korban diminta mengaku bahwa luka yang dialami akibat terbentur pintu atau karena penyakit asma yang kambuh.
“Saya dipanggil, terus disuruh berkelahi. Tapi saya tidak mau, akhirnya saya dipukul ramai-ramai,” ujar salah satu korban, siswa kelas VII.
Petunjuk dari video viral tersebut mendorong Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Koalisi Perempuan Ronggolawe untuk turun langsung mendatangi rumah korban. Hasil pendampingan mengungkap bahwa aksi kekerasan ini bukan kali pertama terjadi.
Tercatat, ada tiga siswa yang diduga menjadi korban dari enam pelaku yang sama.
Kuasa hukum korban, Suwarti, menyatakan pihaknya kini fokus pada pemulihan kondisi psikologis para korban yang mengalami trauma.
“Kami melihat korban mengalami trauma cukup berat. Bahkan saat tidur sering mengigau ketakutan, sehingga perlu pendampingan psikologis secara serius,” jelas Suwarti.
Sementara itu, pihak sekolah mengaku masih melakukan pendampingan terhadap korban maupun pelaku guna menyelesaikan permasalahan tersebut.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi perhatian serius semua pihak, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan pendidikan. (dzik/im)

