BOJONEGORO - Suasana duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji Kabupaten Bojonegoro. Hingga awal Juni 2026, tercatat tiga jemaah haji asal Bojonegoro dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Dari data yang di himpun JTV, Jemaah pertama yang wafat adalah Rohmat Ridwan (74), anggota Kloter SUB 41. Sebelum meninggal dunia, jemaah asal Bojonegoro tersebut mengalami keluhan kesehatan berupa batuk, muntah, demam, serta penurunan nafsu makan.
Kondisinya terus memburuk hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Arab Saudi. Meski telah mendapatkan penanganan medis, Rohmat Ridwan dinyatakan meninggal dunia pada 15 Mei 2026.
Jemaah kedua yang wafat adalah Hj. Suniti Supardi Said (68) dari Kloter SUB 38. Berdasarkan laporan medis, jemaah asal Kelurahan Campurejo tersebut mengalami penurunan kesadaran dan sempat mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan setempat.
Namun kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 3 Juni 2026 dini hari.
Sementara itu, jemaah ketiga yang meninggal dunia adalah H. Agung Setiawan (61), juga dari Kloter SUB 38. Jemaah asal Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, itu sebelumnya mengeluhkan sakit perut, mual, dan muntah.
Setelah menjalani pemeriksaan serta perawatan di rumah sakit di Arab Saudi, kondisi kesehatannya tidak menunjukkan perbaikan dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 3 Juni 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, M. Abdullah Hafidz, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ketiga jemaah haji tersebut. Ia memastikan seluruh hak jemaah serta prosedur yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji telah ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya tiga jemaah haji asal Bojonegoro. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Seluruh proses dan hak-hak jemaah telah ditangani sesuai prosedur penyelenggaraan ibadah haji,” ujar M. Abdullah Hafidz.
Hingga saat ini, petugas haji Indonesia di Arab Saudi terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan para jemaah, terutama jemaah lanjut usia serta mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta. Upaya pendampingan dan pelayanan kesehatan terus diperkuat guna memastikan seluruh jemaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar. (edo/im)

