Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Senin, 10 Agustus 2026, 08:54 WIB
Last Updated 2026-08-10T01:54:51Z
TubanViewerViral

Diduga Sering Mangkir dan Makan Stok Buah Dapur, SPPG Rengel 2 Bantah Pecat Chef Haris Sepihak


TUBAN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rengel 2, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, membantah tuduhan pemberhentian sepihak terhadap salah satu koki mereka, Chef Haris Harianto.

Manajemen dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut menegaskan bahwa keputusan pemutusan kerja diambil karena Haris—yang statusnya masih dalam masa uji coba (probation)—dinilai melakukan serangkaian pelanggaran berat yang tidak dapat ditoleransi.

"Berdasarkan runtutan kejadian, akhirnya tim dan kepala SPPG Rengel 2 memutuskan untuk memberhentikan chef yang bersangkutan," tegas Kepala SPPG Rengel 2, Muhamad Rhoviqul Fua'ddi, Sabtu (8/8/2026).

Rhoviqul menjelaskan, Haris mulai direkrut pada 10 Juli 2026 setelah menemui perwakilan yayasan dan Kepala SPPG Rengel 2. Sejak awal, Haris disepakati untuk menjalani masa uji coba selama satu bulan.
Namun, selama masa uji coba tersebut, pihak SPPG mencatat sejumlah pelanggaran berulang:
 
22 Juli 2026 (Meninggalkan Tugas): Haris meninggalkan area kerja tanpa konfirmasi untuk menghadiri urusan pribadi di Lamongan. Hal ini berimbas pada keterlambatan distribusi MBG ke sekolah penerima. Atas kejadian ini, Haris dipanggil dan diberikan Surat Peringatan Pertama (SP 1).
 
30 Juli 2026 (Evaluasi Operasional): Manajemen menggelar evaluasi bersama tim persiapan, pengolahan, dan pemorsian. Haris kembali mendapat teguran keras terkait kendala operasional dapur.
 
31 Juli 2026 (Aksi Ambil Stok Tanpa Izin): Berdasarkan rekaman CCTV, pada pukul 01.05 WIB Haris mengambil buah melon di gudang basah serta membuang sisa kulit dan bijinya di tempat. Pukul 03.07 WIB, ia kembali terekam mengiris buah utuh milik stok dapur dan memakannya langsung di lokasi.
 
3 Agustus 2026 (Ulangi Aksi CCTV & Izin Meninggalkan Dapur): Haris kembali terekam CCTV mengambil dan memakan stok buah gudang pada pukul 23.17 WIB. Pada hari yang sama, ia meminta izin meninggalkan dapur untuk menemani istrinya yang sakit.
 
4–5 Agustus 2026 (Mangkir Tanpa Konfirmasi): Haris tidak hadir bekerja tanpa kejelasan. Meskipun sempat menginformasikan akan datang pukul 21.00 WIB kepada tim, ia tak kunjung muncul hingga menyebabkan kendala pada proses pengolahan bahan makanan untuk operasional tanggal 5 Agustus.

Pernyataan resmi SPPG Rengel 2 ini merespons pengakuan Chef Haris Harianto sebelumnya. Haris mengaku terkejut karena mendadak menerima surat pemutusan hubungan kerja saat hendak kembali bertugas usai mendampingi istrinya yang sakit. Ia mengklaim tidak pernah menerima surat peringatan secara formal sebelumnya.

"Saya baru saja pindah ke sana, niatnya membantu karena tidak ada koki. Tapi kok tiba-tiba diganti tanpa pemberitahuan," kata Haris.(dzi)