Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Minggu, 02 Agustus 2026, 19:46 WIB
Last Updated 2026-08-02T12:46:17Z
TMMDTubanViewerViral

Heboh Santri di Tuban Diduga Dianiaya Ustaz di Lantai 4, Polisi Turun Tangan


TUBAN – Dugaan kasus kekerasan anak kembali mencoreng dunia pendidikan berbasis keagamaan di Kabupaten Tuban. Seorang santri tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sebuah pondok pesantren ternama diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum pengajarnya sendiri. Kabar mengenai aksi kekerasan tersebut viral di media sosial dan menyebar cepat melalui berbagai grup WhatsApp sejak Sabtu (1/8/2026).

Berdasarkan narasi yang beredar luas, terduga pelaku merupakan seorang ustaz berinisial R. Aksi penganiayaan tersebut disinyalir terjadi di lantai empat gedung asrama sekolah.

Tak hanya tindak fisik, pesan berantai tersebut juga mengungkap adanya dugaan intimidasi sistematis. Ustaz R disebut-sebut kerap mengancam para santri agar tidak menyapa atau bersikap ramah kepada guru-guru lain. Jika kedapatan melanggar, santri bakal diganjar hukuman berat.

"Penghuni kamar (tertentu) memang sering dihukum seperti itu," tulis narasi yang beredar di media sosial.

Menanggapi gejolak yang ada, pihak lembaga pendidikan berbasis asrama tersebut dilaporkan telah mengambil langkah tegas. Ustaz R dikabarkan sudah dipecat dan tidak lagi menjadi bagian dari pesantren tersebut.
Meski demikian, alasan resmi pemberhentian yang disampaikan ke publik berkaitan dengan pelanggaran tata tertib internal, yakni kebiasaan terduga pelaku merokok di kawasan bebas asap rokok asrama.

Hingga saat ini, kronologi detail beserta waktu pasti terjadinya penganiayaan tersebut masih didalami.

Kasi humas Polresta Tuban, IPTU M Ikhsan, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak tinggal diam dan sedang melakukan penyelidikan awal terkait informasi yang meresahkan masyarakat tersebut.

"Masih dalam penyelidikan mas," ujar IPTU Ikhsan singkat saat dikonfirmasi.

Mantan Wakapolsek Jenu itu juga mengatakan bahwa kasus tersebut kini tengah di tangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satuan Reserse Kriminal Polresta Tuban.

"Kini masih dalam penanganan Unit PPA" pungkasnya.

Penyelidikan dan upaya konfirmasi ke berbagai pihak terkait terus dilakukan guna mengungkap tabir kebenaran di balik dugaan kasus kekerasan santri ini.(dzi/*)