BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar malam tasyakuran sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Malam tasyakuran berlangsung pada Minggu malam di Aula Malowopati, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 20.00 WIB.
Acara tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, serta sejumlah tamu undangan.
Turut hadir Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, Dandim 0813 Letnan Kolonel Infanteri Dedy Dwi Wijayanto, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, ulama, serta tokoh masyarakat.
Rangkaian malam tasyakuran diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama.
Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih sekaligus untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan yang gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan.
Menurutnya, kemerdekaan juga memberikan kesempatan yang sama kepada setiap masyarakat untuk hidup, berkembang, dan mendapatkan kehidupan yang bermartabat. Kemerdekaan juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan kehidupan dan masa depannya sendiri.
“Kemerdekaan bukan hanya berarti terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk hidup, berkembang, dan bermartabat serta menentukan kehidupannya sendiri,” ujar Setyo Wahono.
Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus hadir di tengah masyarakat. Salah satunya dengan memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata dan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan.
“Pemerintah harus terus hadir dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan. Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan melalui pembangunan yang memberikan kesempatan dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” lanjutnya.
Malam tasyakuran tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas kemerdekaan yang telah dinikmati hingga saat ini.
Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang dengan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan nyawa demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat perjuangan para pahlawan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan. Semangat tersebut diharapkan dapat diteruskan melalui kerja nyata dan pembangunan yang mampu memberikan kesempatan, kesejahteraan, serta manfaat bagi seluruh masyarakat Bojonegoro. (yan/im)

