BOJONEGORO - Suasana antusias warga terlihat saat penyaluran bantuan pangan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Para warga penerima manfaat datang secara bergantian sesuai jadwal untuk menerima bantuan beras.
Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan beras kualitas medium dengan total 30 kilogram. Bantuan tersebut merupakan realisasi penyaluran untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Program bantuan pangan tersebut disalurkan oleh Perum Bulog Cabang Bojonegoro secara serentak. Penyaluran berlangsung selama satu bulan melalui kantor desa atau kelurahan di wilayah masing-masing.
Untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran, penerima manfaat diminta datang sesuai jadwal yang tercantum dalam surat undangan.
Warga juga diwajibkan membawa dokumen identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga saat mengambil bantuan.
Bagi masyarakat penerima manfaat, bantuan beras tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan keluarga. Bantuan ini dinilai dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan beras.
Salah seorang penerima bantuan, Sudnari, mengaku terbantu dengan adanya program bantuan pangan tersebut.
“Bantuan beras ini sangat membantu untuk kebutuhan pangan keluarga. Dengan adanya bantuan ini, pengeluaran untuk membeli beras bisa sedikit berkurang,” ujar Sudnari.
Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, program bantuan pangan juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Di Kabupaten Bojonegoro, bantuan pangan untuk realisasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026 menyasar sebanyak 199.883 warga penerima manfaat.
Para penerima bantuan tersebut tersebar di 430 desa dan kelurahan di 28 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.
Dengan cakupan penyaluran yang menjangkau ratusan ribu warga, program bantuan pangan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan pokok. (edo/im)

