NGANJUK - Warga Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, secara swadaya membangun dua jembatan sekaligus. Pembangunan dilakukan di Dusun Ngangkatan dan Dusun Kemlokolegi, Desa Ngangkatan.
Pembangunan kedua jembatan dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan dana pribadi warga dan Kepala Desa Ngangkatan. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp70 juta untuk pembangunan dua jembatan tersebut.
Jembatan baru dibangun karena kondisi jembatan lama yang terbuat dari kayu dan bambu sudah mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan warga yang melintas. Sebagai pengganti, jembatan baru dibangun menggunakan material kayu jati.
Kepala Desa Ngangkatan, Lasto Utomo, mengatakan pembangunan dua jembatan tersebut dilakukan karena keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para petani yang menggunakan akses tersebut untuk mengangkut hasil panen.
“Dua jembatan ini sangat dibutuhkan oleh warga, terutama para petani untuk mengangkut hasil panen. Karena jembatan lama sudah rusak dan membahayakan, akhirnya kami bersama warga melakukan pembangunan secara swadaya,” ujar Lasto Utomo.
Menurut Lasto, pemerintah desa sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Namun, permohonan tersebut belum disetujui.
Karena kebutuhan jembatan dinilai mendesak, pemerintah desa bersama warga kemudian mengambil langkah untuk membangun jembatan secara mandiri dengan mengandalkan dana pribadi dan gotong royong masyarakat.
Pembangunan dua jembatan tersebut ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Setelah selesai, jembatan diharapkan segera dapat dimanfaatkan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, khususnya para petani dalam mengangkut hasil pertanian. (syar/im)

