BOJONEGORO - Suasana Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendadak riuh dan semarak Kamis (9/10/26) Malam. Untuk pertama kalinya, pemerintah setempat menggelar Festival Ledre, sebuah perhelatan akbar yang digadang-gadang menjadi tonggak awal penguatan UMKM sekaligus pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro.
Festival yang berlangsung sejak pagi pukul 10.00 WIB hingga malam hari ini menyuguhkan berbagai atraksi budaya, pameran UMKM, hingga aksi unjuk gigi puluhan pembuat jajanan khas Bojonegoro tersebut.
Geliat festival sudah terasa sejak pembukaan pameran yang diikuti oleh sekitar 40 pelaku UMKM lokal. Mengambil tempat di area festival, puluhan stan memamerkan aneka produk unggulan daerah—mulai dari kriya batik, kerajinan tangan unik seperti tempat pensil bermotif, aneka camilan gurih, hingga sajian utama: Ledre Purwosari.
Atmosfer acara kian meriah jelang sore hari berkat penampilan memukau dari kesenian Reog Singo Rejo asal Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, yang menyedot perhatian ratusan warga.
Memasuki malam hari, antusiasme pengunjung kian memuncak saat agenda paling dinanti dimulai: demonstrasi pembuatan ledre secara massal. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 59 pengrajin ledre turun langsung memperagakan keahlian mereka di hadapan publik.
Masyarakat yang hadir dapat menyaksikan secara dekat kelihaian para pengrajin—mulai dari meratakan adonan tipis di atas cetakan panas, hingga teknik menggulung adonan yang membara dalam hitungan detik.
"Saya sengaja datang karena penasaran ingin lihat pembuatan ledre massal. Paling menarik itu pas adonannya masih panas langsung digulung, butuh keahlian khusus. Semoga festival ini bikin ledre makin dikenal luas sampai mendunia," ujar Sri Anisah (49), salah satu warga yang hadir di lokasi.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang seremoni tahunan, melainkan komitmen nyata untuk mendongkrak kesejahteraan warga lokal.
"Mayoritas pengrajin di Purwosari menjadikan ledre tak hanya sebagai mata pencaharian, tetapi juga bagian dari identitas daerah. Kami berharap ledre makin dikenal di seluruh Indonesia," ungkap Ike.
Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Wakil Bupati Bojonegoro, Dra. Hj. Nurul Azizah, M.M. Dalam sambutannya, Nursal menyoroti transformasi mutu ledre Purwosari yang kian pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ia menceritakan kenangannya pada tahun 2005 saat ledre Purwosari diikutkan lomba tingkat provinsi, yang mana teksturnya saat itu masih dinilai sangat rapuh. Namun kini, kualitas ledre telah melompat jauh dengan hadirnya inovasi kemasan premium seperti Ledre Sultan hingga varian unik Kopi Ledre.
Puncak perhelatan ditandai dengan peresmian Kampung Ledre dan peluncuran e-Book Ledre oleh Wakil Bupati Bojonegoro bersama jajaran Camat se-Kabupaten Bojonegoro, yang didukung penuh oleh PT Pertamina EP Cepu.
Kemeriahan Festival Ledre resmi dipungkas lewat panggung hiburan musik campursari. Alunan tabuhan gendang yang rancak makin menghangatkan suasana malam ketika Camat Purwosari menyumbangkan lagu, disusul tarian dan joget bersama para tamu undangan serta warga yang hadir.
Melalui festival perdana ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis dapat membawa produk kearifan lokal seperti ledre naik kelas, sekaligus mendongkrak perekonomian para pelaku UMKM daerah.(red/*)

