TUBAN - Semangat pantang menyerah ditunjukkan 40 warga belajar yang resmi mengikuti wisuda pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Adhyaksa Tuban, di Gedung Korpri Tuban, Selasa (6/10/2026) Sore.
Menariknya, mayoritas lulusan didominasi oleh warga berusia produktif hingga paruh baya, yakni rentang 25 hingga 50 tahun. Keterbatasan usia maupun kesempatan di masa lalu terbukti bukan halangan bagi mereka untuk meraih impian dan menuntaskan pendidikan.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban, Ujang Sutisna, menyampaikan bahwa kelulusan dan ijazah Paket A, B, maupun C bukan akhir dari perjalanan, melainkan pintu masuk untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Bukan saja lulus, dapat ijazah Paket A, Paket B, Paket C, tapi keterampilan juga penting," tegas Ujang Sutisna.
Ujang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam memberikan pelatihan vokasional berbasis minat.
Untuk lulusan perempuan, pelatihan dapat diarahkan pada tata busana (menjahit) dan tata boga. Sedangkan untuk laki-laki, dibekali keterampilan teknik las, otomotif/montir, hingga servis elektronik.
Selain keterampilan praktis, Kejari Tuban berkomitmen menerjunkan para jaksa untuk memberikan edukasi hukum secara berkala guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Langkah ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi penuh dari Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky (Mas Lindra).
Pemkab Tuban menyatakan kesiapannya untuk tidak sekadar memberikan pelatihan, melainkan mengawal para alumni PKBM hingga ke dunia kerja dan pendidikan tinggi.
"Setelah lulus, jangan berhenti sampai di sini. Kami akan membantu memberikan pendampingan dan pelatihan. Kita juga akan menjembatani dengan perusahaan, baik untuk pemagangan maupun potensi pekerjaan," terang Mas Lindra.
Tak berhenti di situ, Pemkab Tuban juga memberikan kemudahan fasilitasi administrasi kependudukan (Adminduk), seperti pengurusan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pembaruan data jenjang pendidikan pada dokumen kependudukan para alumni.
Sementara itu, Kepala PKBM Adhyaksa Tuban, Cipnal Muchlip, menjelaskan bahwa lembaga yang dirintis sejak tahun 2020 ini kini membina 233 warga belajar dengan 18 tutor.
Metode pembelajarannya dirancang interaktif melalui outing class ke perusahaan dan instansi pemerintah, serta pelatihan modern seperti content creator, komputer, hingga pembawa acara (MC) bahasa Jawa.
Melalui sinergi lintas sektor ini, keberadaan PKBM Adhyaksa Tuban tidak hanya menjadi tempat untuk meraih ijazah yang sempat tertunda, tetapi juga jembatan menuju kemandirian, keterampilan, dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Tuban.(dzi/*)

