Menu Atas

Iklan

jtvbojonegoro
Tuesday, August 18, 2020, 13:47 WIB
Last Updated 2020-08-18T08:42:00Z
LamonganViewer

Kades Biduan Gelar Sedekah Bumi Dengan Ratusan Warga

 

LAMONGAN - Ratusan warga di kabupaten lamongan, menggelar sedekah bumi  sebagai wujud syukur panen melimpah. Menariknya, tradisi turun temurun yang digelar di punden atau makam sesepuh desa di tengah sawah ini dihadiri langsung sang kades biduan, angeley emitasari.

Seperti inilah sedekah bumi yang digelar warga desa kedungkumpul, kecamatan sukorame, kabupaten lamongan. Uniknya, pemimpin desa diharuskan menjalani ritual membakar jerami padi, menabur beras kuning berisi uang koin di lahan sawah, hingga melempar ribuan uang koin atau udik-udikan yang menjadi rebutan ratusan warga.
 
Tradisi turun temurun sebagai wujud syukur panen melimpah ini, digelar setiap tahun di makam sesepuh atau punden desa yang berada di tengah alas yang dikelilingi lahan persawahan.
 
Dari balai desa kedungkumpul, warga harus menempuh perjalanan sejauh dua hingga tiga kilometer.menariknya, sang kepala desa angeley emitasari terlibat langsung dalam tradisi tahunan tersebut.
 
Bahkan biduan cantik yang sempat viral usai dilantik terpilih menjadi kepala desa kedungkumpul 9 bulan lalu, rela berjalan kaki bersama perangkatnya menuju lokasi sedekah bumi.
 
Tiba di lokasi punden, kades biduan ini, disambut hangat ratusan warganya. Oleh juru kunci punden, sang kades yang memakai kebaya modern harus menjalani sejumlah ritual di antaranya membakar jerami padi atau sekam di area buden di bawah pohon  raksasa, menabur beras kuning berisi uang koin di lahan persawahan.
 
Puncaknya, kepala desa yang baru menjabat sembilan bulan ini, kemudian melempar ribuan koin uang atau udik-udikan di hadapan ratusan warganya.spontan udik-udikan langsung menjadi rebutan ratusan warga yang hadir di lokasi punden desa setempat.
 
Sementara, menurut kades kedungkumpul, angeley emitasari, ritual yang harus dijalani sudah menjadi tradisi turun temurun tidak boleh dihilangkan.
 
Ritual membakar jerami di punden desa, bermakna warga desa umumnya bertani harus selalu semangat dalam bekerja, meski dalam kondisi pandemi covid-19, menabur beras kuning berisi uang koin di lahan persawahan, agar hasip panen semakin melimpah, dan udik-udikan, bermakna saling berbagi kepada sesama pasalnya hasil panen melimpah.
 
Namun sayang, tradisi sedekah bumi di masa pandemi covid-19, ratusan warga terlihat berkemurun kurang menjaga disiplin protokol kesehatan, terutama saat tradisi berebut uang koin.