JTV

JTV

Iklan

jtvbojonegoro
Monday, August 3, 2020, 15:40 WIB
Last Updated 2020-08-03T08:59:46Z
Pojok PituViewer

Pembunuhan Istri Di Jombang Bermotif Ekonomi Dan Asmara


JOMBANG - Motif aksi pembunuhan yang dilakukan suami terhadap istrinya di jombang, mulai terkuat. Pelaku mengaku cemburu dan curiga istrinya selingkuh. Pasalnya, hasil kerja merantau selama 9 tahun di amerika, tidak sebanding dengan kekayaan di rumahnya. Apalagi selama empat bulan pulang dari merantau, sang istri saat ditanya selalu tidak memberikan kejelasan hingga berujung pertengkaran.

Safaat, 49 tahun, warga dusun ngenden, desa rejoslamet, kecamatan mojowarno, kabupaten jombang, akhirnya mengakui aksi nekatnya membunuh sang istri karena merasa jengkel dengan sang istri. Pasalnya, sri istuningati, 49 tahun, sang istri, di duga menyembunyikan sebagian hasil kerjanya di tempat lain.
 
Pria yang sudah bekerja di amerika sejak 2011 ini mengaku, setiap bulan selalu mengirimkan uang minimal 35 juta kepada istri dan anaknya. Jika di hitung, kekayaannya seharusnya sudah mencapai 2 miliar. Sayangnya, saat pulang  hasil jerih payahnya tidak sebanding dengan yang ada. 
 
Safaat mengaku, sejak empat bulan pulang dari amerika, tidak ada perlakuan yang mengenakan dari istrinya. Akibatnya dirinya selalu cekcok dan bertengkar. Yang menyakitnya,sang anak  lebih membela  sang ibu. Bahkan pelaku mengaku sering di hajar dan di pukul dengan kursi usai memarahi sang ibu oleh  noval.
 
Sementara itu, AKP hariono, kasubag humas polres jombang mengatakan. Petugas memastikan motif pelaku karena cemburu dan ekonomi. Akibatnya memicu pelaku kalap hingga membunuh istri dan menganiaya ankanya. Petugas mengamankan sebuah senjata tajam yang di gunakan menghabisi korban saat melihat tv di kamar hingga tewas. Sedang noval,sang anak kini masih menjalani perawatan intesif di rsud jombang.
 
Pelaku, kini hanya bisa menyesali perbuatannya. Petugas menjerat pelaku dengan pasal 240 subs 338 dengan ancaman  15 tahun penjara. Aksi pembantaian sri estuningati, dan anaknya ini terjadi jum’at malam. Pelaku yang kalap langsung membacok kepala dan leher istrinya hingga tewas. Kemudian dilanjutkan ke anaknya yang berada di lantai dua.